Vaksin Bisa Atasi Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Imunisasi UI

Sabtu, 07 November 2020 - 21:07 WIB
loading...
Vaksin Bisa Atasi Pandemi...
Pemerintah terus berupaya untuk mendapatkan vaksin Covid-19 baik melalui kerja sama internasional maupun dari pengembangan dalam negeri. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk mendapatkan vaksin Covid-19 baik melalui kerja sama internasional maupun dari pengembangan dalam negeri. Lalu, apakah benar bahwa vaksin bisa mengatasi pandemi Covid-19.

“Jadi vaksin ini tugasnya apa gitu loh di dalam pandemi ini. Apa betul vaksin ini bisa membantu menurunkan gelombang pandemic menjadi lebih landai atau mungkin malah kemudian menghilang?” kata Pakar Imunisasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) sekaligus Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki S. Hadinegoro dalam diskusi secara virtual, Sabtu (7/11/2020). (Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Tunggu Laporan MUI Terkait Kehalalan Vaksin Covid-19)

Sri menjelaskan jika melihat dalam fakta sejarah ada beberapa pandemi besar yang pernah dilalui oleh negara-negara di dunia ini akibat virus. “Kita harus melihat sejarah ya. Kita mempunyai beberapa pandemi besar. Pertama pandemi oleh Coronavirus atau pandemi influenza virus. Jadi kalau Coronavirus, kita tahu ada SARS di China kemudian juga menyebar sampai Singapura dan Indonesia. Cuma dalam waktu dekat mereka sudah bisa berhenti sendiri, dan juga kematian tidak seperti sekarang,” jelas Sri. (Baca juga: Indonesia Harus Kembangkan Vaksin Covid-19 agar Tidak Tergantung Negara Lain)

Kedua pandemi akibat Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Saudi Arabia, tetapi juga tidak menjadi besar. Sri menjelaskan kalau melihat pandemi influenza ini dari 1918 yang terkenal sebagai Spanish Flu atau Flu Spanyol tidak diatasi dengan vaksin. “Jadi tidak ada vaksin. Dan itu didiamkan saja sampai herd immunity-nya, sampai kekebalan populasinya tercapai selama hampir 3 tahun baru berhenti,” ucapnya. (Baca juga: Menristek Siapkan Rp300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih)

Kemudian, kata Sri ada Flu Hongkong, Flu Asia dan yang terakhir H1N1 dari Meksiko yang kemudian ke Amerika. “Nah, ini kemudian ada intervensi vaksin gitu. Jadi satu-satunya pandemi sejarah yang pernah ada intervensi vaksin adalah influenza H1N1. Pada waktu itu vaksin influenzanya sudah ada sebetulnya, tapi strainnya berbeda. Jadi karena sudah ada vaksin platformnya, tinggal menambahkan strainnya sehingga cepat tercapai. Dalam 6 bulan sudah bisa dipakai dan kemudian dia bisa menghentikan, bukan menghentikan, tetapi hanya menjadi endemis gitu, si influenza ini,” katanya.

Sri menambahkan, Virus Covid-19 juga diperkirakan akan seperti intervensi H1N1 yakni dengan vaksin yang diberikan secara rutin untuk menekan angka kasusnya. “Seperti kita tahu tadinya adalah pandemi influenza dicegah dengan vaksin. Dan bagaimana pencegahannya itu diberikan vaksin secara rutin. Nah, ini ramalannya Covid ini juga kayak gini. Makanya jangan bilang bahwa pandemi akan selesai,” ucapnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Rekomendasi
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Berita Terkini
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved