Tetap Waspada COVID-19, Kemenkes: Kemungkinan Berlangsung dalam Waktu Lama
Rabu, 04 November 2020 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, kata Ina, bahwa banyak orang yang tanpa gejala tapi tetap dapat menularkan. Ketiga adalah potensi lonjakan pasien. “Memang untuk COVID-19 ini sekitar 80% dengan gejala ringan sedang dan 20% apa namanya harus membutuhkan perawatan rumah sakit. Artinya sebagian besar akan sembuh. Itu udah memang sudah berdasarkan statistik ya untuk kasus-kasus yang sebagian besar 20% akan sakit.”
Ina menuturkan virus COVID-19 juga menyebar sangat cepat hanya dalam beberapa bulan saja sejak ditemukan kasus pertama kini jumlahnya mencapai hampir 50 juta di seluruh dunia. “Tapi kebayang dengan begitu mudahnya dia menular, jadi ini salah satu ciri khas COVID-19 ini dia cepat sekali ya, kalau kita lihat dalam sejak dia muncul Januari sampai sekarang Oktober, Juni aja sudah 46 juta hampir 50 juta. Lalu, Indonesia sudah lebih dari 400 ribu. Bahwa ini menunjukkan bahwa virus ini sangat cepat,” katanya.
Kalau kalau kita tidak hati-hati, tegas Ina dimana ada 1 juta orang saja misalnya sakit berbarengan, maka 20% itu adalah 200.000 orang yang membutuhkan pelayanan rumah sakit. “Nah, itu artinya membutuhkan pelayanan rumah sakit. Padahal jumlah tempat tidur di rumah sakit itu yang tersedia saat ini kalau jumlahnya sekitar 200.000-an bed. Padahal, ada juga ada penyakit-penyakit lain tidak hanya COVID-19.” (Baca juga: Calon Wali Kota Semarang Terkonfirmasi COVID-19, Keluarga Mengakui)
“Jadi artinya dengan kemampuan penularan yang sangat cepat, itu juga akan berpotensi menimbulkan korban massal yang melebihi kapasitas kesehatan. Ini juga mengganggu pelayanan kesehatan rutin,” imbuh Ina.
Ina menuturkan virus COVID-19 juga menyebar sangat cepat hanya dalam beberapa bulan saja sejak ditemukan kasus pertama kini jumlahnya mencapai hampir 50 juta di seluruh dunia. “Tapi kebayang dengan begitu mudahnya dia menular, jadi ini salah satu ciri khas COVID-19 ini dia cepat sekali ya, kalau kita lihat dalam sejak dia muncul Januari sampai sekarang Oktober, Juni aja sudah 46 juta hampir 50 juta. Lalu, Indonesia sudah lebih dari 400 ribu. Bahwa ini menunjukkan bahwa virus ini sangat cepat,” katanya.
Kalau kalau kita tidak hati-hati, tegas Ina dimana ada 1 juta orang saja misalnya sakit berbarengan, maka 20% itu adalah 200.000 orang yang membutuhkan pelayanan rumah sakit. “Nah, itu artinya membutuhkan pelayanan rumah sakit. Padahal jumlah tempat tidur di rumah sakit itu yang tersedia saat ini kalau jumlahnya sekitar 200.000-an bed. Padahal, ada juga ada penyakit-penyakit lain tidak hanya COVID-19.” (Baca juga: Calon Wali Kota Semarang Terkonfirmasi COVID-19, Keluarga Mengakui)
“Jadi artinya dengan kemampuan penularan yang sangat cepat, itu juga akan berpotensi menimbulkan korban massal yang melebihi kapasitas kesehatan. Ini juga mengganggu pelayanan kesehatan rutin,” imbuh Ina.
(kri)
Lihat Juga :