Sandiaga Uno-Khofifah Disebut Hanya Jadi Bunga-bunga Muktamar PPP

Selasa, 03 November 2020 - 17:40 WIB
loading...
Sandiaga Uno-Khofifah...
Sandiaga Uno dan Khofifah Indar Parawansa dinilai hanya dijadikan penghangat arena Mukmatar PPP yang adem ayem. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Munculnya nama tiga tokoh di luar PPP dalam bursa calon ketua umum (caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut hanya 'bunga-bunga' penghangat menjelang mantan Muktamar IX pada Desember nanti. Ketiganya adalah mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha, Sandiaga Uno , Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , serta mantan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf .

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, nama yang berpeluang besar terpilih sebagai ketum PPP tetap Suharso Monoarfa, yang saat ini menjabat pelaksana tugas ketua umum PPP serta Menteri PPN/Bappenas. "Saya melihat yang akan terpilih itu Suharso Monoarfa karena dia yang banyak membiayai partai dan juga masih jadi Plt ketum," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

(Baca: Muktamar PPP Dipanaskan Isu Private Jet Suharso Monoarfa)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menilai, dengan posisinya sebagai Plt ketum saat ini, memudahkan Suharso untuk melakukan konsolidasi kemenangan. "Walaupun ada nama-nama luar yang beredar, saya berpandangan, ketum PPP yang terpilih akan tetap dari kader internal partai," katanya.

Ujang mengatakan, jika ada tokoh luar dan terpilih maka resistensi di internal akan sangat tinggi. "Internal partai tak akan aman dan nyaman," urainya.

Selain itu, juga akan menjadi preseden buruk bagi PPP dan partai lainnya. Sebab, orang yang tidak berdarah-darah dan beringat di partai, tapi bisa jadi ketum. "Ini kan nanti partai-partai bisa dibeli oleh orang-orang luar itu," paparnya.

Menurutnya, jika pun ada nama-nama luar yang diusulkan oleh DPC dan DPW bakal maju, hal itu bisa saja para ketua DPC dan DPW tersebut ingin memiliki posisi tawar yang tinggi di mata para caketum PPP.

(Baca: Nama Sandi Hanya Dipakai untuk Naikkan Posisi Tawar di Muktamar PPP)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani mengatakan, partainya membuka pintu kepada semua orang untuk bisa bergabung dan berkhidmat dalam PPP. Sejauh ini sudah muncul usulan nama-nama bakal caketum partai berlambang Kabah tersebut. Selain nama Suharso Monoarfa, juga ada sejumlah nama lain antara lain Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, politisi senior PPP Ahmad Muqowam, Ketua Fraksi PPP DPR Amir Uskara.

Selain nama kader internal partai, ada juga nama dari eksternal seperti Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul. Arsul Sani menyebut kedua nama terakhir sebagai pihak setengan internal dan eksternal karena pernah menjadi bagian dari PPP.

"Bu Khofifah pernah duduk sebagai anggota DPR dari PPP sebelum Reformasi. Gus Ipul juga pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai," katanya saat peluncuran Muktamar IX di Kantor DPP PPP, Senin (2/11/2020).

Namun, ketiga nama dari eksternal tersebut berpotensi terpental dari pencalonan ketua umum. Arsul Sani mengatakan, meski membuka ruang partisipasi dari pihak eksternal untuk bisa bergabung dan berkhidmat dalam PPP, namun untuk jabatan ketua umum dan sekjen, berdasarkan AD/ART partai, mereka harus pernah menjadi pengurus di DPP dan setelah satu periode bisa maju sebagai calon ketum. Aturan ini juga bagian dari upaya mewujudkan PPP sebagai partai kader. "Sehingga identitas PPP sebagai partai kader tak hilang," tuturnya.

Diketahui, PPP bakal menggelar Muktamar IX yang bakal digelar pada 18-21 Desember 2020 di Kota Makassar. Salah satu agenda utama Muktamar adalah pemilihan ketua umum.

abdul rochim
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Rekomendasi
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved