Kemenkes Dorong Pelacakan Kontak Masif untuk Tekan Positivity Rate COVID-19
Selasa, 03 November 2020 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
“Kita melihat total kasus konfirmasi positif yang ada di Indonesia memang ada kenaikan di kasusnya naik 2.618 dan kenaikan tertinggi ini terlapor adalah pada 8 Oktober kemarin yaitu tembus angka 4.850 kasus,” kata Vensya.
Dan tentunya, tegas Vensya, pemerintah berharap lagi ada kasus-kasus yang cukup banyak. “Walau demikian kalau nanti mengaktifkan pelacakan atau pelacakan kontak yang aktif akan ada ritme atau gelombang yang memang mungkin akan kenaikan kasusnya cukup tinggi, tapi akan terlihat penurunan selanjutnya. Itu yang berarti kabar baik.”
Untuk menyelesaikan masalah ini, Vensya menambahkan penting ada petugas lapangan kontak tracer untuk melakukan penyelidikan epidemiologinya agar menekan angka kasus COVID-19. (Baca juga: Melaney Ricardo Akui Positif COVID-19, Ini Gejala yang Dirasakan)
“Ini untuk menyelesaikan permasalahan hal-hal atau suspek-suspek atau kontak erat yang masih belum dilakukan penyelidikan epidemiologinya dan testingnya. Dan tentunya belum dilakukan karantinanya atau belum teridentifikasinya kontak erat yang pada suspek yang ada di masyarakat,” tutup Vensya.
Dan tentunya, tegas Vensya, pemerintah berharap lagi ada kasus-kasus yang cukup banyak. “Walau demikian kalau nanti mengaktifkan pelacakan atau pelacakan kontak yang aktif akan ada ritme atau gelombang yang memang mungkin akan kenaikan kasusnya cukup tinggi, tapi akan terlihat penurunan selanjutnya. Itu yang berarti kabar baik.”
Untuk menyelesaikan masalah ini, Vensya menambahkan penting ada petugas lapangan kontak tracer untuk melakukan penyelidikan epidemiologinya agar menekan angka kasus COVID-19. (Baca juga: Melaney Ricardo Akui Positif COVID-19, Ini Gejala yang Dirasakan)
“Ini untuk menyelesaikan permasalahan hal-hal atau suspek-suspek atau kontak erat yang masih belum dilakukan penyelidikan epidemiologinya dan testingnya. Dan tentunya belum dilakukan karantinanya atau belum teridentifikasinya kontak erat yang pada suspek yang ada di masyarakat,” tutup Vensya.
(kri)
Lihat Juga :