Matinya Rasa Percaya

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:45 WIB
loading...
A A A
Institusi publik seperti media yang berkategori editor mediated content, seperti media yang hadir dalam wujud konvensional, cetak, elektronik maupun yang berbasis internet, saat ini jadi sulit dipercaya. Ini lantaran banyak media yang idealismenya luntur, oleh permainan clickbait dan framing. Pada praktik ini, tak jarang ungkapan narasumber yang telah disampaikan dengan cermat dan ekstra hati-hati pun, dipelintir demi news value.

Bad news is the good news, menemukan hakikatnya yang penuh di jaman ini. Semuanya dapat dijelaskan, sebagai: demi kelanggangen kuasa politik maupun ekonomi pemodalnya, dalam ekosistem persaingan yang sangat sengit. Institusi-institusi media konvensional harus bersaing, dengan platform digital yang beroperasi global, dengan nyaris tanpa pengawasan maupun kewajiban bayar pajak.

Tentu sebuah bentuk persaingan “David melawan Goliath”. Ketakpercayaan lebih parah, disumbangkan oleh media yang berkategori non editor mediated content. Mereka hadir dalam bentuk media sosial, individual maupun berkelompok. Proses produksi dan distribusi informasinya sangat rentan misinformasi maupun disinformasi. Ini dapat dijelaskan dalam spektrum: kekurangcakapan lantaran tak punya bekal memadai mengolah informasi, tak paham etika informasi, maupun dengan sengaja terlibat dalam jejaring komersialisasi produksi dan distribusi informasi tanpa etika. Hari ini profesi pengabai etika informasi, sering disebut sebagai buzzerRp.

Kematian rasa percaya makin runyam, manakala aneka aparatus kuasa ekonomi maupun politik memaksanakan cengkraman kuasa mereka lewat disinformasi. Craig Timberg, 2017 dalam tulisannya berjudul Spreading Fake News Becomes Standard Practice for Governments Across the World, yang dimuat Washington Post menuliskan, kampanye memanipulasi opini publik melalui penempatan informasi di media sosial yang didisinformasi, telah jadi praktik politik standar di sebagian besar dunia. Operasi politik dengan modus ini, mampu membentuk arus informasi di berbagai negara.

Propaganda ini mengeksploitasi platform media sosial -Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya- yang mengandalkan manusia maupun bot, termediasi komputer untuk memperkuat kekuatan kampanye disinformasi. Operasinya mengotomatiskan produksi dan distribusi penempatan informasi, bot berinteraksi dengan pengguna manusia, juga dengan bot lain. Maka, jika keadaannya sudah sedemikian terlambat untuk ditarik ulang, rasa percaya tak tersisa lagi, lalu apa yang tersisa dari kemanusiaaan, manusia yang otentik?
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Rekomendasi
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Atasi Rasa Bosan, Anak-Anak...
Atasi Rasa Bosan, Anak-Anak Bisa Konsumsi Kalori Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved