Megawati Sentil Milenial, Fadli Zon Merasa Tergelitik

loading...
Megawati Sentil Milenial, Fadli Zon Merasa Tergelitik
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ucapan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih anak muda atau kalangan milenial bagi bangsa menjadi polemik.

Ucapan Megawati pada Rabu 28 Oktober 2020 lalu itu terkait aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung kepada perusakan fasilitas umum.

Pernyataan Megawati ditanggapi Fadli Zon. Politikus Partai Gerindra ini menilai ucapan Megawati menggelitik. "Pernyataan ini menggelitik, apakah milenial atau generasi Y dan Z tidak ada sumbangsih bagi bangsa dan negara? Saya yakin pernyataan tersebut tidak ada maksud jelek, tetapi pernyataan ini patut didiskusikan," tutur Fadli Zon melalui chanel Youtubenya, Fadli Zon Official, Jumat (30/10/2020).(Baca juga: Politikus Demokrat: Hentikan Membully Megawati...)

Fadli menjelaskan tentang generasi milenial atau generasi Y adalah mereka yang lahir tahun 1980-90 an. Sementara generasi Z, lahir setelah tahun 2000.



Menurut dia, generasi Y dab Z memiliki daya kritis yang tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. "Mereka menerima begitu banyak informasi dan beragam dari berbagi sumber. Kalau generasi sebelumnya, 1-2 sumber, generasi Y dan Z menyerap segala macam infornasu berbagai sumber. Tidak hanya domestik, tapi juga internasional," tutur anggota DPR dari Partai Gerindra ini.

Milenial dan generasi Z dikatakan Fadli memiliki pemikiran lebih luas dan visi ke depan. Mereka juga menanggung berbagai warisan, baik sosial, politik, dan ekonomi. "Mereka ikut menanggung beban utang, kebijakan kita sekarang berdampak langsung kepada mereka di masa mendatang," tuturnya.(Baca juga: Megawati 'Sentil' Anak Muda yang Hobi Demo dan Rusak Fasum)

Fadli juga mengapresiasi anak muda yang ikut turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja. Sikap itu menunjukkan mereka peduli terhadap bangsa dan Tanah Air. "Ini justru kabar gembira, bukan kabar buruk. tidak apatis, tapi peduli terhadap dampak di masa kini dan mendatang," ujarnya.



Mengenai aksi perusakan dan pembakaran halte saat demonstrasi, Fadli mengatakan itu perbuatan menyimpang. Pelakunya harus ditangkap.

Namun, Fadli mengingatkan belum tentu aksi perusakan seperti pembakaran halte dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Seperti hasil investigasi Narasi TV yang menampilkan video pelaku pembakaran halte yang dinilai Fadli, pelakunya teroganisasi.

(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top