Jangan Paksakan Berlibur
Senin, 26 Oktober 2020 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, libur panjang pekan ini bisa jadi merupakan kesempatan bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk kembali bergeliat, terutama di daerah. Maklum, sektor ini sudah tujuh bulan nyaris lumpuh karena fasilitas wisata ditutup seiring diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian masyarakat pelaku usaha yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai mata pencaharian juga berharap musim liburan ini bisa menghasilkan pendapatan demi memutarkan roda ekonomi keluarga.
Namun, perlu diingatkan bahwa saat masa liburan panjang ini, potensi penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pekan lalu mengingatkan bahwa potensi penyebaran virus korona saat liburan harus diwaspadai. Dia berkaca pada masa liburan sebelumnya, yakni saat Lebaran, liburan 17 Agustus, dan Iduladha pada akhir Agustus lalu. Tiga periode liburan itu, menurutnya, menyebabkan bertambahnya kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.
Penambahan kasus tersebut ditengarai karena ada sejumlah pelonggaran kebijakan yang imbasnya masyarakat berbondong-bondong melakukan perjalanan dengan maksud berwisata maupun bertemu anggota keluarga di kampung. Kini, karena keran kebijakan terkait masa liburan sudah dibuka, maka apa pun keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan maupun tetap di rumah seyogianya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Namun, perlu diingatkan bahwa saat masa liburan panjang ini, potensi penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pekan lalu mengingatkan bahwa potensi penyebaran virus korona saat liburan harus diwaspadai. Dia berkaca pada masa liburan sebelumnya, yakni saat Lebaran, liburan 17 Agustus, dan Iduladha pada akhir Agustus lalu. Tiga periode liburan itu, menurutnya, menyebabkan bertambahnya kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.
Penambahan kasus tersebut ditengarai karena ada sejumlah pelonggaran kebijakan yang imbasnya masyarakat berbondong-bondong melakukan perjalanan dengan maksud berwisata maupun bertemu anggota keluarga di kampung. Kini, karena keran kebijakan terkait masa liburan sudah dibuka, maka apa pun keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan maupun tetap di rumah seyogianya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
(bmm)
Lihat Juga :