Tenaga Medis Jadi Benteng Terakhir, IDI Sebut Masyarakat Garda Terdepan Penanganan COVID-19

loading...
Tenaga Medis Jadi Benteng Terakhir, IDI Sebut Masyarakat Garda Terdepan Penanganan COVID-19
Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr M Adib Khumaidi mengatakan bahwa tenaga medis menjadi benteng terakhir dalam penanganan COVID-19. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr M Adib Khumaidi mengatakan bahwa tenaga medis menjadi benteng terakhir dalam penanganan COVID-19. Sementara yang menjadi garda terdepan adalah masyarakat.

“Tentunya kami selalu sampaikan bahwa medis adalah benteng yang terakhirnya, sementara yang terdepannya adalah masyarakat. Dan melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dan bersiap untuk peningkatan kasus ini menjadi satu hal yang perlu menjadi prioritas ke depan,” tegas Adib pada Silaturahmi Nasional-Peringatan HUT ke-70 Ikatan Dokter Indonesia secara virtual, Sabtu (24/10/2020). (Baca juga: PB IDI Mencatat Sebanyak 139 Dokter Meninggal Akibat COVID-19)

Hal ini senada dengan pernyataan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo dalam beberapa kesempatan yang selalu menegaskan bahwa masyarakat menjadi ujung tombak atau garda terdepan menghadapi COVID-19 dan tenaga medis dan kesehatan menjadi benteng terakhir.

Sehingga, kata Adib bahwa dalam penanganan COVID-19 perlindungan dan keselamatan dokter menjadi yang paling penting dan utama. “Upaya-upaya perlindungan dan keselamatan dokter ini menjadi penting. Apa yang kita harus lakukan? Terkait safety dan protection kepada dokter menjadi yang pertama.” (Baca juga: Akhir Pandemi COVID-19 Tidak Bisa Diprediksi, PB IDI: Perlu Penanganan dari Hulu Sampai Hilir)



Dari sisi SDM juga harus melihat bahwa saat ini ada beberapa SDM yang memang sangat dibutuhkan. Dan bahkan ini menjadi pasukan khusus, pasukan tempur yang saat ini sangat dibutuhkan dalam penanganan COVID-19,” tegas Adib.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top