Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Sulit Ditebak

loading...
Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Sulit Ditebak
Masyarakat harus terus menerapkan 3 M demi mencegah penularan Covid-19. Foto/Dok SINDO
A+ A-
JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, meski kasus Covid-19 di Indonesia bertambah setiap harinya, belum menandakan Indonesia sudah masuk puncak pandemi.

"Arah Indonesia ke puncak (pandemi Covid-19) masih jauh ya. Karena juga sulit (ditebak), Indonesia karena cakupan tes rendah dan tidak stabil," kata Dicky saat dihubungi, Sabtu (24/10/2020).

Dengan sulit ditebaknya puncak pandemi Covid-19 di Indonesia, menurut Dicky akan memberikan dampak menjadi panjangnya gelombang pertama virus ini. Selain itu, Dicky memaparkan bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit.

(Baca juga:Pulih Lagi Sembilan Orang, Total 1.199 WNI Sembuh dari COVID-19).



"Menunggu satu masa lonjakan semua orang ke rumah sakit. Itu yang akhirnya menandai kita bahwa ada di puncak atau mendekati puncak banget, itu berbahaya sekali," tandas Dicky.

Sebagaimana diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pada Jumat 23 Oktober 2020 terdapat penambahan 4.369 kasus, sehingga jumlahnya 318.910. Sedangkan kasus sembuh bertambah 4.094 sehingga akumulasinya mencapai 305.100. Adapun kasus meninggal bertambah 118 orang sehingga totalnya 13.077. (Baca juga:4.369 Kasus Baru Covid-19, Ini Sebarannya di 34 Provinsi).
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top