Naskah Khutbah Jumat, Memperkaya Literasi atau Asumsi Negatif

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 08:01 WIB
loading...
Naskah Khutbah Jumat,...
Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkaya materi khutbah Jumat dengan isu-isu kontemporer. Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkaya materi khutbah Jumat dengan isu-isu kontemporer. Program tersebut masih dalam tahap rencana yang akan dibahas bersama tokoh agama, ormas, dan akademisi kampus.

Penyusunan naskah khutbah ini diawali tema. Misalnya seputar pengarusutamaan moderasi beragama, termasuk seputar ubudiyah, muamalah, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam. Naskah tersebut diharapkan bisa menjadi rujukan alternatif bagi para dai dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan.



Namun, sejumlah kalangan mengingatkan naskah khutbah tersebut bukan materi yang wajib digunakan para khatib. Apalagi, ada sinyalemen pembuatan naskah tersebut dilandasi sebuah kecurigaan dengan menuduh bahwa materi khotbah yang disampaikan para khatib selama ini cenderung atau bahkan mengembangkan radikalisme. (Baca: Inilah Dua Keutamaan dari Sikap Istiqamah)

"Kami nanti akan mengundang para akademisi, tokoh ormas, ulama untuk berkontribusi, menulis. Kalau banyak yang menulis kan bagus. Semoga nanti khotbahnya bisa dibaca secara masif. Kami berharap masjid-masjid, musala-musala bisa membaca khotbah tersebut," kata Direktur Jenderal Pembinaan Agama Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag Kamaruddin Amin kemarin.

Menurut dia, tidak semua ormas akan dilibatkan dalam penyiapan naskah khutbah Jumat karena jumlahnya cukup banyak. Kemenag akan mengundang tokoh-tokoh yang ditentukan untuk ikut menulis, baik secara individu maupun kelembagaan. "Kami sedang merumuskan tema-temanya, kemudian para penulisnya. Insyaallah awal tahun kami tertibkan. Bisa dibaca bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Kamaruddin mengatakan, naskah khotbah Jumat nantinya tidak hanya berupa buku fisik, tapi juga dalam versi digital yang diunggah di situs resmi Kemenag. Hal ini dilakukan agar semua orang bisa mengakses, baik sekadar membaca maupun mengunduhnya untuk dijadikan materi khotbah atau ceramah. (Baca juga: Hari Santri, Pemerintah Harus Berpihak dan Hadir Bukan Sekedar Selebrasi)

“Fisik buku khutbah Jumat pasti ada di beberapa tempat. Tapi, secara umum distribusinya secara virtual, secara elektronik. Kantor-kantor wilayah bisa mencetaknya, kemudian (naskah khotbah itu) didistribusikan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Berita Terkini
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 27 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved