Mahfud MD Minta Daerah Antisipasi Potensi Penularan Covid-19 Saat Libur Panjang
Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:29 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hari ini menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah dan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) seluruh Indonesia untuk mengantisipasi libur panjang pekan depan. Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta kerawanan-kerawanan penularan Covid dengan adanya libur panjang harus diantisipasi.
"Ini kita akan menghadapi libur panjang yang intinya itu adalah libur Maulid Nabi SAW. Tetapi libur Maulid Nabi SAW ini ada sambungannya liburnya itu, orang bisa saja mengambil libur lebih awal, kemudian sambungannya sesudah itu. Jadi bukan hanya satu hari. Oleh sebab itu, di situ akan terjadi kerawanan-kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan," jelas Mahfud MD dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Kamis (22/10/2020)
Dia mengatakan bahwa setiap libur panjang selalu ada potensi kerumunan orang. Saat ini hal tersebut sangatlah rentan terjadinya penularan virus corona di berbagai tempat. Salah satunya di transportasi umum seperti terminal, stasiun, bandara, dan sebagainya. Lalu juga di berbagai tempat rekreasi.
(Baca juga: Satgas Covid Ungkap Kecemasan Jokowi Jelang Libur Panjang ).
"Lalu reunian bagi orang yang pulang kampung biasanya mengumpulkan teman-teman satu kampus, satu sekolah ketika di desa dulu atau di daerah dulu. Lalu lupa melanggar protokol kesehatan dan yang akan banyak juga tumpukan (kerumunan) karena ada perayaan Maulid karena ini libur Maulid Nabi. Maulidan, itu akan banyak pengajian-pengajian, ada festival-festival biasanya begitu kalau hari Maulid itu," tuturnya.
"Ini kita akan menghadapi libur panjang yang intinya itu adalah libur Maulid Nabi SAW. Tetapi libur Maulid Nabi SAW ini ada sambungannya liburnya itu, orang bisa saja mengambil libur lebih awal, kemudian sambungannya sesudah itu. Jadi bukan hanya satu hari. Oleh sebab itu, di situ akan terjadi kerawanan-kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan," jelas Mahfud MD dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Kamis (22/10/2020)
Dia mengatakan bahwa setiap libur panjang selalu ada potensi kerumunan orang. Saat ini hal tersebut sangatlah rentan terjadinya penularan virus corona di berbagai tempat. Salah satunya di transportasi umum seperti terminal, stasiun, bandara, dan sebagainya. Lalu juga di berbagai tempat rekreasi.
(Baca juga: Satgas Covid Ungkap Kecemasan Jokowi Jelang Libur Panjang ).
"Lalu reunian bagi orang yang pulang kampung biasanya mengumpulkan teman-teman satu kampus, satu sekolah ketika di desa dulu atau di daerah dulu. Lalu lupa melanggar protokol kesehatan dan yang akan banyak juga tumpukan (kerumunan) karena ada perayaan Maulid karena ini libur Maulid Nabi. Maulidan, itu akan banyak pengajian-pengajian, ada festival-festival biasanya begitu kalau hari Maulid itu," tuturnya.
Lihat Juga :