Satgas Corona Sebut Ada 377 Laboratorium Aktif Periksa Spesimen
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
"Sejak pemerintah menetapkan status kekarantinaan kesehatan, laboratorium yang boleh melakukan pemeriksaan hanya satu sesuai dengan ketentuannya itu Balitbangkes Kementerian Kesehatan," tambahnya.
Setelah beberapa hari dimulainya pemeriksaan ternyata sejumlah sampel yang dari daerah cukup banyak. Sehingga tidak mungkin dilakukan oleh satu laboratorium saja sehingga bertambah menjadi 4 laboratorium.
"Kami bersama Menteri Kesehatan melapor pada bapak Presiden kemudian diberikan kelonggaran untuk menambah sejumlah laboratorium bertambah tiga. Pertama laboratorium di Universitas Airlangga kemudian lembaga Eijkman dan satu lagi itu milik Universitas Indonesia," ucap Doni.
Namun kata dia, dengan berjalannya waktu bertambah juga pemeriksaan sampel yang dilakukan. Sehingga kemampuan empat laboratorium itu tidak bisa memadai. Akhirnya pemerintah memberikan kelonggaran kepada semua pihak yang bisa melakukan pemeriksaan spesimen.
"Dari awal memang kita memiliki lab yang juga sangat terbatas, petugas lab yang juga sangat sedikit. Kemudian beberapa lab yang kita memiliki itu teknologinya masih menggunakan teknologi yang lama. Dan bahkan lab-lab tersebut juga yang memang diprioritaskan untuk pemeriksaan TBC," ungkap Doni.
Setelah beberapa hari dimulainya pemeriksaan ternyata sejumlah sampel yang dari daerah cukup banyak. Sehingga tidak mungkin dilakukan oleh satu laboratorium saja sehingga bertambah menjadi 4 laboratorium.
"Kami bersama Menteri Kesehatan melapor pada bapak Presiden kemudian diberikan kelonggaran untuk menambah sejumlah laboratorium bertambah tiga. Pertama laboratorium di Universitas Airlangga kemudian lembaga Eijkman dan satu lagi itu milik Universitas Indonesia," ucap Doni.
Namun kata dia, dengan berjalannya waktu bertambah juga pemeriksaan sampel yang dilakukan. Sehingga kemampuan empat laboratorium itu tidak bisa memadai. Akhirnya pemerintah memberikan kelonggaran kepada semua pihak yang bisa melakukan pemeriksaan spesimen.
"Dari awal memang kita memiliki lab yang juga sangat terbatas, petugas lab yang juga sangat sedikit. Kemudian beberapa lab yang kita memiliki itu teknologinya masih menggunakan teknologi yang lama. Dan bahkan lab-lab tersebut juga yang memang diprioritaskan untuk pemeriksaan TBC," ungkap Doni.
Lihat Juga :