Jokowi Tegur Kabinet Gara-Gara Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat Bilang Begini

Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:03 WIB
loading...
Jokowi Tegur Kabinet...
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui, jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapatkan teguran dari Presiden Jokowi terkait buruknya komunikasi publik , utamanya dalam menyampaikan subtansi UU Cipta Kerja kepada publik.

Menanggapi hal ini, analis politik asal UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, teguran itu telah mengonfirmasi tudingan publik selama ini bahwa komunikasi politik pemerintah memang buruk.

"Terutama soal UU Omnibus yang terkesan merasa paling benar sendiri. Kritik dari luar dianggap hoaks dan tak beralasan," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (22/10/2020).

Padahal, menurut Adi, kritikan publik banyak yang bagus. Terutama kritik dari pakar, guru besar, peneliti, dosen, mahasiswa, dan LSM yang sebenarnya bisa dikapitalisasi menjadi hal yang konstruktif.

(Baca juga: Teguran Jokowi ke Pembantunya soal Cipta Kerja Dinilai Pelajaran Berharga ).

Sayangnya, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini, kritik-kritik itu ditafsirkan berbeda oleh penguasa yang kemudian membuat masyarakat takut dan khawatir akibat kritiknya itu dianggap menyerang penguasa.

"Masak iya kritik dari kaum terpelajar dituding hoaks. Kritik juga tujuannya untuk menunjang perbaikan bangsa dan negara," tandas Adi.

Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengakui, jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) terkait buruknya komunikasi publik . Terutama terkait dengan substansi dari Undang-Undang (UU) Cipta kerja (Ciptaker).

"Kami semuanya ditegur oleh Presiden bahwa komunikasi publik kita sungguh sangat jelek," kata Moeldoko di kantornya, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan, teguran Presiden dan berbagai masukan dari luar akan jadi bahan perbaikan. "Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengakui bahwa kondisi saat ini media sosial berkembang dengan luar biasa. Dia menuturkan bahwa terkadang kewalahan menghadapi hoaks dan disinformasi.

"Kita memasuki sebuah disruption. Sebuah situasi yang seperti saat ini di mana media sosial bertumbuh luar biasa. Kadang-kadang melampaui imajinasi kita. Dan di situlah kita kadang-kadang kewalahan menghadapi bertumbuhnya disinformasi dan hoaks," tuturnya.(Baca juga: Moeldoko: Jokowi Sebut Komunikasi Publik Kita Sangat Jelek ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved