Belajar Sukses Jatim Tekan Covid-19 dan Keluar dari Zona Merah

Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, dilaporkan pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan, bahkan menjadi penyebab terbanyak kematian pasien Covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. (Baca juga: Wacana Kominfo Blokir Medsos Dinilai Rawan Berangus Pendapat Publik)

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menjelaskan, berdasarkan analisa di Provinsi Jawa Timur ada 95% pasien positif Covid-19 meninggal dengan latar belakang komorbid. Jenis penyakit bawaan di antaranya penyakit paru-paru dan jantung. “Memang karena penyakit bawaan, ada yang sakit paru-paru dan diabetes. Ini akan lebih sulit untuk recovery. Ini menjadi perhatian khusus untuk mereka yang komorbid, usahakan tidak sampai tertular,” kata Herlin saat konferensi pers secara virtual kemarin.

Penyebab lain kematian pasien Covid-19 di Jawa Timur adalah datang terlambat ke fasilitas kesehatan. Herlin mengaku, dinasnya sudah melakukan antisipasi bahwa semua pasien positif Covid-19 tanpa gejala bisa isolasi di rumah. Selain itu, warga juga diminta tidak keluar rumah jika tidak perlu, rajin cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker. Terkait kesiapsiagaan, lanjut Herlin, SDM kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan selalu dipantau dan akan dilakukan penambahan jika diperlukan. “Insyaallah SDM kesehatan dan alat kesehatan aman dalam tiga bulan ini. Hal ini tidak jadi persoalan karena kami sudah menyiapkan 127 rumah sakit, tapi kalau pada saat kondisinya berat maka ada lima RS yang akan kami siapkan, yakni RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Saiful Anwar, RSAL dr Ramelan, RS Unair, dan RSUD Madiun,” ujarnya. (Baca juga: Azerbaijan Tembak Jatuh Lagi Satu Drone Armenia)

Setali tiga uang, kasus terbanyak kematian pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan juga disebabkan penyakit bawaan. “Dari Sulawesi Selatan, jumlah kematian mengalami penurunan hingga 2,6%. Kasus kematian karena komorbid hampir 97%. Komorbid ini yang memperberat kondisi pasien,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammad Ichsan Mustari MHM.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo MKes menanggapi penyebab kematian pasien Covid-19 disebabkan oleh berbagai faktor. Secara teoretis dia menjelaskan, penyebab kematian bisa disebabkan dari faktor agent, host, environment, dan pelayanan kesehatan.

Dia mencontohkan agent dalam kasus ini adalah virus SARS-CoV-2. Pasien positif Covid-19 yang diakibatkan oleh virus dapat dilakukan tata laksana isolasi mandiri, dan menurutnya hampir 100% pasien sembuh. Faktor lainnya berupa host atau penderita Covid-19 yang sudah lansia dengan komorbid. Ini sangat memengaruhi kerentanan seseorang terhadap kematian. “Maka, di Jateng dilakukan skrining kelompok rentan seperti ibu hamil, dan lansia dengan komorbid. Mereka yang jadi prioritas tes,” kata Yulianto. (Lihat videonya: Diduga Depresi, Anggota Polisi Tewas Tembak Dada Sendiri)

Tak hanya itu, Yulianto menilai alat-alat kesehatan pun bisa menjadi faktor penyebab kematian, seperti di antaranya ventilator. Menurutnya, tingkat kesembuhan dengan menggunakan ventilator itu rendah, maka alternatif lain yang dilakukan dengan menggunakan High-Flow Nasal Cannula. (Binti Mufarida/Lukman Hakim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dihadirkan KPK, Khofifah...
Dihadirkan KPK, Khofifah Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hibah Dana Jatim pada Kamis Ini
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
LAN Sebut Indek Kualitas...
LAN Sebut Indek Kualitas Kebijakan 2025 Lampaui Target Nasional
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Kasus Dana Hibah, Mantan...
Kasus Dana Hibah, Mantan Ketua DPRD Jatim Diduga Kecipratan Rp32,2 Miliar
Deretan 21 Orang Tersangka...
Deretan 21 Orang Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah Jawa Timur
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved