Jokowi-Ma'ruf Harus Bisa Optimalkan Semua Janji Kampanyenya

Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:37 WIB
loading...
Jokowi-Maruf Harus Bisa...
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin harus bisa mengoptimalkan semua janji kampanyenya di Pilpres 2019 dengan pelaksanaan dan dalam kenyataannya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengatakan bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin harus bisa mengoptimalkan semua janji kampanyenya di Pilpres 2019 dengan pelaksanaan dan dalam kenyataannya. Diketahui, Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada hari ini genap setahun memimpin.

"Problem keselarasan yaitu Pemerintah Jokowi-Ma'ruf harus bisa mengoptimalkan semua janji kampanyenya di Pilpres 2019 dengan pelaksanaan dan dalam kenyataannya. Termasuk saat ini bagaimana menyelaraskan prioritas ekonomi atau penanganan kesehatan masyarakat terlebih dahulu di masa pandemi COVID-19," ujar Igor Dirgantara kepada SINDOnews, Selasa (20/10/2020). (Baca juga:Setahun Jokowi-Ma’ruf, PKS: Ekonomi, Hukum, dan Politik Ambyar)

"Kenapa perlu Omnibus Law dan kenapa pemerintah tidak fokus untuk menyelesaikan problem penyebaran dan pencegahan virus Corona terlebih dulu sebagai prioritas. Asumsi seperti ini mutlak harus dibantu dengan argumentasi dan pelaksanaannya kinerja oleh para menteri Jokowi," sambung Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.

Karena, kata Igor, dampak pandemi COVID-19 jelas-jelas membuat kehidupan masyarakat jauh lebih buruk dari sebelumnya. Intinya, lanjut Igor, tantangan setahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf adalah bagaimana bisa semaksimal mungkin melakukan harmonisasi antara pemulihan ekonomi nasional yang tengah dilanda resesi akibat dampak Pandemi COVID-19.

"Sekaligus dapat mengatasi problem kesehatan masyarakat terkait penyebaran, pencegahan serta penyembuhan (pengobatan) masyarakat yang terindikasi terkena virus ataupun OTG (Orang tanpa gelaja-red)," jelasnya.

Maka itu, menurut dia, Presiden Jokowi sebaiknya bersikap lebih tegas kepada pembantunya dan melakukan reshuffle kepada menteri yang tidak bisa melakukan komunikasi politik dengan baik terkait urgensi UU Omnibus Law Cipta Kerja kepada masyarakat. Kata Igor, peran pembantu presiden di kabinet dalam menyosialisasikan Omnibus Law sangat penting agar kewibawaan pemerintah terjaga dan citra positif Jokowi lebih banyak dari negatifnya, baik itu dalam realita juga di dunia maya, tentang asumsi dan praktek penerapan UU Cipta Kerja. (Baca juga: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Dari Rombak Anggaran hingga Berburu Vaksin)

"Bisa diprediksi bahwa pada saat situasi lebih kondusif pasca demo UU Omnibus Law ini, Presiden Jokowi akan mengevaluasi semua aspek dari kinerja para menterinya serta efektivitas pemerintahan di periode terakhirnya ini. Salah satu opsi yang rasional tentu adalah melakukan reshuffle kabinet," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
HYBE Umumkan Girl Group...
HYBE Umumkan Girl Group Baru Tuide, Siap Debut Akhir 2026
Berita Terkini
KPK Tangkap Bupati Lombok...
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Status Tersangka Roy...
Status Tersangka Roy Suryo Tetap Sah, Polda Metro Jaya: Putusan Hakim Harus Dihormati
Tangani Kasus Febrie,...
Tangani Kasus Febrie, Kejagung Diminta Transparan dan Bebas dari Konflik Kepentingan
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved