Pengamat: Gatot Nurmantyo dan KAMI Kurang Gereget
Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, Gerindra yang saat ini berada di dalam koalisi pemerintahan aktif membantu para aktivis. "Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Habiburokhman anggota Komisi III DPR yang bersedia menjadi jaminan pembebasan jurnalis dan aktivis mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian pasca demo omnibus law," ungkapnya.(Baca juga: Gatot Nurmantyo: Mau Dibilang Kadrun, Allah Tahu yang Saya Lakukan )
Dia melanjutkan, Habiburokhman juga sempat mendatangi Polda Metro Jaya pada 14 Oktober 2020 malam untuk menemui 11 kader Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sempat diamankan polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sebagai bagian dari usaha pembebasan.
Igor juga mengungkapkan, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani juga mengimbau agar aparat kepolisian tetap bersikap humanis dengan terus mengutamakan pendekatan persuasif kepada masyarakat. "Khususnya selama digelarnya aksi unjuk rasa," ungkapnya.
Di juga mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat saat sejumlah aktivis ditangkap pasca demonstrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.
"Begitu juga dengan Gatot Nurmantyo dan KAMI yang digadang menjadi simbol perlawanan kritis terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Di awal lantang memberi applause kepada para demonstran, tetapi belakangan tidak muncul pernyataaan atau pembelaan kepada para aktivis dan mahasiswa yang sudah turun ke jalan, bahkan berbalik badan," tuturnya.(Baca juga: Sembilan Anggota KAMI Tersangka, Polri: Tidak Ada Penangguhan )
Dia melanjutkan, Habiburokhman juga sempat mendatangi Polda Metro Jaya pada 14 Oktober 2020 malam untuk menemui 11 kader Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sempat diamankan polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sebagai bagian dari usaha pembebasan.
Igor juga mengungkapkan, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani juga mengimbau agar aparat kepolisian tetap bersikap humanis dengan terus mengutamakan pendekatan persuasif kepada masyarakat. "Khususnya selama digelarnya aksi unjuk rasa," ungkapnya.
Di juga mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat saat sejumlah aktivis ditangkap pasca demonstrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.
"Begitu juga dengan Gatot Nurmantyo dan KAMI yang digadang menjadi simbol perlawanan kritis terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Di awal lantang memberi applause kepada para demonstran, tetapi belakangan tidak muncul pernyataaan atau pembelaan kepada para aktivis dan mahasiswa yang sudah turun ke jalan, bahkan berbalik badan," tuturnya.(Baca juga: Sembilan Anggota KAMI Tersangka, Polri: Tidak Ada Penangguhan )
(dam)
Lihat Juga :