Gatot Nurmantyo: Mau Dibilang Kadrun, Allah Tahu yang Saya Lakukan

loading...
Gatot Nurmantyo: Mau Dibilang Kadrun, Allah Tahu yang Saya Lakukan
Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo saat menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo tidak mempersoalkan penilaian orang terhadap apa yang dilakukan dirinya selama ini. Gatot yang kini menjadi tokoh sentral dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengungkapkan Allah mengetahui apa yang dilakukannya.

Dia juga tidak khawatir bila ada yang menstigmakan dirinya sebagai kadrun dan pengkhianat."Saat usia sekarang-sekarang ini, mau (saya-red) dibilang kadrun atau pengkhianat, ya yang pasti Allah tahulah apa yang saya lakukan, itu saja. Jadi saya santai-santai saja," kata Gatot dalam wawancara dengan jurnalis senior Karni Ilyas yang ditayangkan dalam channel Youtube Karnis Ilyas Club bertajuk "Manuver Jenderal Gatot" 16 Oktober 2020.

Ucapan Gatot menjawab pertanyaan Karni Ilyas. Gatot dinilai Karni sudah menunjukkan sikap politiknya saat mendatangi massa aksi demo 212 beberapa tahun lalu. Saat itu Gatot yang mendampingi Presiden Jokowi tampil mengenakan kopiah berwarna putih. "Jenderal terlihat ambil jalan berbeda dengan pimpinan lembaga lain. Jenderal datang ke (massa-red) 212, dari kostumnya saja sudah berbeda, mengenakan kopiah putih, mengesankan 'saya bukan di sana (pemerintah-red)'" kata Karni sambil bertanya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gatot menjelaskan alasannya tampil seperti itu. Saat itu dirinya menjabat Panglima TNI yang memiliki tugas pokok mendukung pemerintahan agar berjalan.



"Saya Panglima tni, tugas pokok saya mendukung pemerintah agar berjalan. Saya melihat saat itu ada ancaman. Demo ini dilakukan orang-orang baik yang datang ke sana dengan tujuan yang sama, orang-orang yang taat beragama, mengedepakan kasih sayang," tuturnya.(Baca juga: Sembilan Anggota KAMI Tersangka, Polri: Tidak Ada Penangguhan)

Menurut dia, jika saat itu terjadi percikan maka akan situasi akan berbahaya. Sebab dalam teori, massa tidak memiliki kepribadian. Apalagi demo ini adalah rangkaian dari demo 411, aksi sebelumnya. Ketika itu Presiden tidak datang menemui pedemo.

Gatot juga mengungkapkan Presiden Jokowi sempat meminta pendapatnya apakah dirinya datang bertemu massa 212 atau tidak. Ketika itu Gatot mengatakan terserah Presiden. Dirinya menegaskan sebagai Panglima TNI, siap mengamankan.



Ketika itu Gatot menyadari jika terjadi sesuatu maka akan berbahaya. Kekuatan Paspampres yang hanya 400 orang dinilainya tidak bisa menghadapi jutaan orang pedemo.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top