Idrus Marham Siapkan Kado Spesial di HUT ke-56 Partai Golkar
Senin, 19 Oktober 2020 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Idrus mengatakan, buku tersebut juga menguraikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan situaasi kelahiran Partai Golkar. Pertama, Golkar lahir sebagai respons terhadap ideologi komunis yang ingin mengubah ideologi Pancasila.
Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.(Baca juga: Jadi Tersangka, Penghina Moeldoko Langsung Dijebloskan Tahanan )
Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar dan menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.
“Golkar lahir atas dasar itu, ‘Karya Kekaryaan’. Karenanya, ‘Karya Kekaryaan’ ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai ‘virus kebaikan’ kepada seluruh kader, kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” jelas dia.
Ke depan, harap Idrus, doktrin "Karya Kekaryaan" tak sekadar menjadi keyakinan, pikiran, dan tindakan para kader Golkar. Menurut dia, doktrin tersebut dapat dijadikan sebagai alat "Kampanye Permanen" sehingga kader Partai Golkar tak lagi melakukan ‘kampanye musiman’ menjelang kontestasi politik, jelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilu Legislatif (Pileg).
Kedua, kelahiran Golkar terjadi di tengah persaingan elite-elite politik yang saat itu memperebutkan kekuasaan hingga kondisi negara terpuruk.(Baca juga: Jadi Tersangka, Penghina Moeldoko Langsung Dijebloskan Tahanan )
Ketiga, lanjut dia, Golkar lahir saat kondisi perekonomian nasional terpuruk, serta carut marut kondisi sosial, hukum, dan budaya di tengah masyarakat. Terakhir, Golkar lahir untuk memberikan karya-karya besar dan menjadi solusi nyata dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.
“Golkar lahir atas dasar itu, ‘Karya Kekaryaan’. Karenanya, ‘Karya Kekaryaan’ ini menjadi doktrin, disebarkan sebagai ‘virus kebaikan’ kepada seluruh kader, kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air,” jelas dia.
Ke depan, harap Idrus, doktrin "Karya Kekaryaan" tak sekadar menjadi keyakinan, pikiran, dan tindakan para kader Golkar. Menurut dia, doktrin tersebut dapat dijadikan sebagai alat "Kampanye Permanen" sehingga kader Partai Golkar tak lagi melakukan ‘kampanye musiman’ menjelang kontestasi politik, jelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilu Legislatif (Pileg).
Lihat Juga :