Heran UU Cipta Kerja Ditentang, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Susah Amat!
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Moeldoko berujar indeks kebahagiaan (World Happiness Report / WHR, 2019) Indonesia dari 156 negara dunia, ada di peringkat 92. Di antara negara Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura, Thailand, Filipina, bahkan Malaysia. "Posisi kita hanya sedikit diatas Vietnam, Kaboja, dan Laos," ungkapnya.
(Baca: Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa di Kendari Demo Kantor PDIP dan Golkar)
Ia melanjutkan, Presiden Jokowi sudah memberi sejumlah arahan dalam mewujudkan Indonesia maju. Pertama, Presiden ingin membangun sumber daya manusia (SDM). Kedua, penyiapan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antarwilayah. Ketiga, reformasi birokrasi, dan terakhir adalah mempercepat transformasi ekonomi.
UU Cipta Kerja, kata Moeldoko menjadi salah satu instrumen untuk menjawab tantangan reformasi birokrasi, di mana beleid ini diyakini menghapus regulasi tumpang tindih. Kemudian UU Cipta Kerja disebut bisa mendorong tumbuhnya ekonomi dan meningkatkan daya saing.
"Wajah baru Indonesia di masa mendatang itulah yang menjadi cita-cita, menjadi janji Presiden. Wajah Baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia dimana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karir, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat!," katanya
(Baca: Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa di Kendari Demo Kantor PDIP dan Golkar)
Ia melanjutkan, Presiden Jokowi sudah memberi sejumlah arahan dalam mewujudkan Indonesia maju. Pertama, Presiden ingin membangun sumber daya manusia (SDM). Kedua, penyiapan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antarwilayah. Ketiga, reformasi birokrasi, dan terakhir adalah mempercepat transformasi ekonomi.
UU Cipta Kerja, kata Moeldoko menjadi salah satu instrumen untuk menjawab tantangan reformasi birokrasi, di mana beleid ini diyakini menghapus regulasi tumpang tindih. Kemudian UU Cipta Kerja disebut bisa mendorong tumbuhnya ekonomi dan meningkatkan daya saing.
"Wajah baru Indonesia di masa mendatang itulah yang menjadi cita-cita, menjadi janji Presiden. Wajah Baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia dimana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karir, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat!," katanya
Lihat Juga :