Vaksin Datang Lebih Cepat

Selasa, 13 Oktober 2020 - 06:00 WIB
loading...
A A A
"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Menkes Terawan dalam keterangan pers kemarin. (Baca juga: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)

Dia menjelaskan, untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin maka vaksin yang dibayarkan pemerintah dan yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin. Dalam waktu dekat, Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerja samanya.

Menkes menegaskan bahwa para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh pemerintah. "Mereka yang di garda terdepan dan peserta penerima bantuan iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah."

Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) sekaligus menko perekonomian, Airlangga Hartarto, membenarkan kesiapan vaksin masuk Tanah Air. “Dan tahun ini diharapkan 30 juta, di mana itu berasal dari salah satu Cansino, Sinovac, Sinopharm, dan juga Astrazeneca,” kata Airlangga.

Untuk memastikan ketersediaan vaksin dimaksud, pemerintah mengirim sejumlah menteri ke negara produsen. Airlangga menyebutkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri BUMN Erick Thohir sedang bertolak ke China untuk melakukan komitmen. (Baca juga: Kasus Anak Melonjak di Masa Pandemi, Kemensos Tingkatkan Layanan Asuh)

“Astrazeneca ini sudah ada komitmen 100 juta dan 50 juta, sekarang sedang berangkat Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN untuk mempersiapkan 50 juta yang diorder pertama dan dibayar. Dan kemudian yang berikut berbasis kepada Bio Farma yang mengadakan. Dan pemerintah sudah menurunkan perpres, dan ini adalah untuk pengadaan vaksin,” jelas Airlangga.

Roadmap Vaksinasi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar peta jalan atau roadmap vaksinasi Covid-19 dipaparkan minggu ini. Menurutnya, dengan adanya roadmap ini maka akan jelas apa yang harus dilakukan saat vaksin sudah tersedia.

“Roadmap pemberian vaksin minggu ini, saya minta secara khusus dipaparkan sehingga jelas apa yang akan kita lakukan,” katanya saat membuka rapat terbatas kemarin. (Baca juga: Banjir Tewaskan 17 Orang di Vietnam)

Dua minggu sebelumnya, Jokowi meminta agar vaksinasi direncanakan secara detail. Bahkan, dia minta agar dipersiapkan seawal mungkin. Untuk itu, dia menargetkan agar dalam waktu dua minggu perencanaan tersebut sudah siap. Dari lokasi, siapa yang melakukan, hingga siapa yang divaksinasi harus sudah jelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Rekomendasi
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Berita Terkini
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved