Tinggalkan Demokrat, Ferdinand Disebut Malah Merugi

Senin, 12 Oktober 2020 - 07:51 WIB
loading...
Tinggalkan Demokrat,...
Sikap Ferdinan Hutahean yang memilih mundur dari Partai Demokrat gara-gara UU Cipta Kerja dinilai belum memberikan keuntungan politik baginya. Foto/dok.SINDnews
A A A
JAKARTA - Politikus Ferdinand Hutahaean memutuskan mundur dari Partai Demokrat . Ferdinand mengaku mundur dan keluar dari Demokrat lantaran berbeda pandangan dan prinsip dalam menyikapi UU Cipta Kerja, di mana Demokrat memutuskan menolak UU tersebut.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, suka tidak suka Ferdinand dibesarkan oleh partai yang saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Itu tak bisa dipungkiri. Dikasih kepercayaan untuk menjadi salah satu speaker ke publik," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Senin (12/10/2020).

(Baca: Politikus Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat, Ini Alasannya)

Adi menyebut, sebenarnnya satu kemewahan tersendiri bagi dia jika terus bertahan di Demokrat, yang belum tentu didapatkan Ferdinand di partai barunya nanti.

Sebaliknya, analis politik asal UIN Jakarta ini melihat keluar dari Partai Demokrat merupakan kerugian bagi Ferdinand. Sebab belum tentu dia mendapatkan lagi posisi yang sekarang dia diperoleh di Partai Demokrat.

"Keuntungannya belum terlihat. Paling mungkin, Ferdinand bisa berpetualang ke mana saja dan lebih bebas bersikap. Tapi secara politik keuntungannya belum terlihat," pungkas dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Rekomendasi
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved