Persepsi Masyarakat Masih Remehkan Covid-19, Satgas Genjot Sosialisasi
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal TNI AD bintang tiga ini menghimbau keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan terutama kepala daerah untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya Covid-19. Dia menilai dengan pendekatan yang tepat dengan melibatkan semua komponen masyarakat akan perlahan membantu kesadaran masyarakat untuk mematuhi protocol kesehatan. Selain itu pimpinan wilayah juga bisa menggunakan pendekatan tradisi untuk memantik kesadaran warganya.
Doni mencontohkan Bali sebagai wilayah yang memegang teguh tradisi dan adat istiadat. Harusnya di wilayah ini upaya mengedukasi Covid-19 bisa dilakukan dengan melibatkan para tokoh adat. “Jadi Bali termasuk urutan ke-11 dari 34 provinsi yang masyarakatnya merasa yakin tidak terpapar Covid peringkat pertama itu adalah Maluku dengan angka 29% adalah Maluku. Kemudian yang kedua peringkat dua adalah Sulawesi Utara dengan posisi 27,66%. Lantas Bali berada pada urutan 11 ya yaitu pada posisi 20,78%,” katanya.
Dia pun menghimbau Gubernur Bali untuk mengunakan pendekatan tradisi dan melibatkan banyak komponen masyarakat untuk mengedukasi warga akan bahaya Covid-19. Selain itu mereka juga harus menerapkan protocol kesehatan sebagai jalan paling efektif untuk menghindari bahaya Covid-19. (Baca juga: Belajar Harus Tetap Menyenangkan)
“Dan kita sengaja dalam menyampaikan pesan kepada Bapak Gubernur Bali untuk melibatkan lebih banyak lagi komponen masyarakat, karena semakin masyarakat diikutsertakan dalam penanganan Covid ini maka secara langsung akan meningkatkan kesadaran. Nah inilah yang harus kita lakukan secara menyeluruh jangan saja pemerintah yang melakukan upaya penanganan, tetapi seluruh komponen,” paparnya.
Doni pun mengatakan bahwa upaya-upaya pemerintah selama ini khususnya untuk bidang kesehatan menurutnya sudah sangat maksimal. Upaya para tenaga kesehatan termasuk para dokter telah terbukti terus meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien Covid-19 . Kondisi ini berbeda dibandingkan di masa awal Covid-19 di mana pasien yang terpapar wabah tersebut sangat sedikit yang sembuh.
“Dan kita semua tahu dokter-dokter kita sudah bekerja keras dengan luar biasa. Terbukti dari angka yang sembuh ya sudah mencapai lebih dari 230 ribu orang. Jadi ini suatu prestasi yang juga sangat membanggakan kita. Karena awalnya kita sangat khawatir karena jumlah masyarakat kita yang terpapar Covid itu sangat sedikit yang sembuh.”
“Tetapi Alhamdulillah dokter kita semakin profesional, semakin punya banyak pengalaman dan angka kesembuhan rata-rata sudah mencapai 76%. Artinya sudah di atas angka kesembuhan global,” tambah Doni. (Baca juga: Waspada! Seks Oral Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan)
Hindari Kerumunan Massa
Doni mencontohkan Bali sebagai wilayah yang memegang teguh tradisi dan adat istiadat. Harusnya di wilayah ini upaya mengedukasi Covid-19 bisa dilakukan dengan melibatkan para tokoh adat. “Jadi Bali termasuk urutan ke-11 dari 34 provinsi yang masyarakatnya merasa yakin tidak terpapar Covid peringkat pertama itu adalah Maluku dengan angka 29% adalah Maluku. Kemudian yang kedua peringkat dua adalah Sulawesi Utara dengan posisi 27,66%. Lantas Bali berada pada urutan 11 ya yaitu pada posisi 20,78%,” katanya.
Dia pun menghimbau Gubernur Bali untuk mengunakan pendekatan tradisi dan melibatkan banyak komponen masyarakat untuk mengedukasi warga akan bahaya Covid-19. Selain itu mereka juga harus menerapkan protocol kesehatan sebagai jalan paling efektif untuk menghindari bahaya Covid-19. (Baca juga: Belajar Harus Tetap Menyenangkan)
“Dan kita sengaja dalam menyampaikan pesan kepada Bapak Gubernur Bali untuk melibatkan lebih banyak lagi komponen masyarakat, karena semakin masyarakat diikutsertakan dalam penanganan Covid ini maka secara langsung akan meningkatkan kesadaran. Nah inilah yang harus kita lakukan secara menyeluruh jangan saja pemerintah yang melakukan upaya penanganan, tetapi seluruh komponen,” paparnya.
Doni pun mengatakan bahwa upaya-upaya pemerintah selama ini khususnya untuk bidang kesehatan menurutnya sudah sangat maksimal. Upaya para tenaga kesehatan termasuk para dokter telah terbukti terus meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien Covid-19 . Kondisi ini berbeda dibandingkan di masa awal Covid-19 di mana pasien yang terpapar wabah tersebut sangat sedikit yang sembuh.
“Dan kita semua tahu dokter-dokter kita sudah bekerja keras dengan luar biasa. Terbukti dari angka yang sembuh ya sudah mencapai lebih dari 230 ribu orang. Jadi ini suatu prestasi yang juga sangat membanggakan kita. Karena awalnya kita sangat khawatir karena jumlah masyarakat kita yang terpapar Covid itu sangat sedikit yang sembuh.”
“Tetapi Alhamdulillah dokter kita semakin profesional, semakin punya banyak pengalaman dan angka kesembuhan rata-rata sudah mencapai 76%. Artinya sudah di atas angka kesembuhan global,” tambah Doni. (Baca juga: Waspada! Seks Oral Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan)
Hindari Kerumunan Massa
Lihat Juga :