Asa Jalur Rempah Menuju Warisan Dunia

Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:01 WIB
loading...
A A A
Pada 2020 misalnya, ditetapkan sebagai periode "awareness" atau membangun kesadaran masyarakat terhadap Jalur Rempah melalui beragam kegiatan sosialisasi seperti seminar, pemutaran film, dan lainnya dengan tujuan membangkitkan ingatan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Setelah kesadaran terbangun, maka tahun berikutnya diharapkan banyak pihak termasuk lintas kementerian dan pemerintah daerah terlibat sesuai porsi masing-masing. (Baca juga: Jokowi Pergi ke Luar Kota, Istana Bantah Hindari Demo Tolak Omnibus Law)

Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, salah satu syarat dalam mengajukan jalur rempah sebagai nominasi warisan budaya dunia UNESCO, maka sejarah rempah-rempah harus menjadi outstanding universal value. Dalam artian, pemahaman terhadap sejarah jalur rempah harus hidup di tengah masyarakat.

Pemahaman tentang jalur rempah harus bisa menggelora di tengah masyarakat, seperti halnya pengetahuan batik, keris, ataupun pencak silat. Salah satu cara untuk menghidupkan memori dan makna penting jalur rempah ialah melalui pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah kepada anak. Dengan begitu, sejarah tentang jalur rempah melekat pada peserta didik dan masyarakat pada umumnya.

“Kemendikbud dan para sejarawan, bapak dan ibu guru sejarah, perlu kerja sama untuk membangun narasi kuat tentang jalur rempah ini dalam muatan sejarah yang akan diajarkan kepada anak-anak kita,'' kata Totok.

Dia menjelaskan, Balitbang dan Perbukuan telah mendukung proses nominasi ini dengan penelitian dan kajian yang telah dilakukan selama ini. Balitbang dan Perbukuan, katanya, sudah terlibat dalam penyiapan 6 warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO, seperti Angklung yang terdaftar pada 2010, Tari Saman pada 2011, Noken pada 2012, 3 Genre Tari Bali pada 2015, Perahu Pinisi pada 2017, dan Pencak Silat pada 2019. (Baca juga: Sebut Islam Dalam Krisis, Erdogan Cela Macron)

Diplomasi Budaya “Tangan di Atas”

Pada 2011, kanal televisi BBC Knowledge dari Inggris meluncurkan serial dokumenternya bertajuk “Spice Trail”, dengan pembawa acara Kate Humble. Yang istimewa, dalam film tersebut - Maluku sebagai daerah endemik penghasil rempah-rempah jenis pala dan cengkih, memperoleh porsi signifikan dalam narasinya.

Film dokumenter tersebut sekaligus menjadi salah satu referensi penting ketika membicarakan posisi Indonesia dalam sejarah perdagangan rempah-rempah berskala global, yang belakangan ini hangat diperbincangkan dan dikenal dengan sebutan Jalur Rempah. Jalur Rempah pula yang kemudian menarik perhatian terutama bagi masyarakat awam, untuk mengenal sejarah Indonesia lebih dalam.

Perspektif Jalur Rempah diyakini dapat menjadi entry point sekaligus memberikan bingkai yang kontekstual untuk memahami Indonesia. Karena Jalur Rempah bukan hanya berisi perdagangan rempah-rempah, tetapi juga sekaligus menghasilkan pertukaran ilmu, budaya, sosial, bahasa, keahlian, keterampilan, dan bahkan agama di antara manusia yang berasal dari berbagai tempat yang jauh. (Baca juga: Batal demo DPR, Ribuan Buruh Tanjung Priok Akan Geruduk Istana)

Jalur Rempah juga merupakan melting pot berbagai konsep, gagasan, dan praksis. Dan, Jalur Rempah menjadi sarana perpindahan semua itu, dari satu tempat ke tempat lain. Pengetahuan dan pemahaman terhadap hal tersebut di atas menjadi penting untuk senantiasa dipupuk dan ditumbuhkan, agar manusia Indonesia tak lupa dengan multikulturalisme yang telah membentuknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Diluncurkan, Fadli Zon: Dari Prasejarah hingga Reformasi
Soft Launching Buku...
Soft Launching Buku Sejarah Indonesia, Momentum Merawat Memori Kolektif Bangsa
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Rekomendasi
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved