PB IDI Sarankan Intervensi Penanganan Corona Harus Agresif
Rabu, 06 Mei 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Metode yang sampai saat ini dianggap paling ampuh adalah melakukan deteksi cepat terhadap orang-orang yang diduga terpapar Corona. Setelah ditemukan, lakukan isolasi dan tangani oleh tenaga medis. Intinya, orang yang sudah sakit tidak boleh menularkan.
“Dihambat dan dihentikan penularannya. Itu harus agresif. Kami khawatir kurva penularannya makin tinggi. Juga harus agresif menjaga yang sehat agar tidak tertular. Langkahnya sederhana, enggak boleh berhubungan yang sakit, stay at home, dan terapkan phsycal distancing,” tuturnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberitahu PB IDI bahwa telah mendatangkan lebih dari 500.000 reagen polymerase chain reaction (PCR). Alat tersebut sangat membantu dalam pelacakan dan penanganan orang yang terpapar Corona.
“Kalau ini dilakukan, Mei dan Juni (turun). Orang yang berpotensi menularkan dapat ter-cover, ditemukan, isolasi, dan tangani sehingga infeksi bisa dikendalikan. IDI mendukung Gugus Tugas yang akan melakukan ini,” katanya.
“Dihambat dan dihentikan penularannya. Itu harus agresif. Kami khawatir kurva penularannya makin tinggi. Juga harus agresif menjaga yang sehat agar tidak tertular. Langkahnya sederhana, enggak boleh berhubungan yang sakit, stay at home, dan terapkan phsycal distancing,” tuturnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberitahu PB IDI bahwa telah mendatangkan lebih dari 500.000 reagen polymerase chain reaction (PCR). Alat tersebut sangat membantu dalam pelacakan dan penanganan orang yang terpapar Corona.
“Kalau ini dilakukan, Mei dan Juni (turun). Orang yang berpotensi menularkan dapat ter-cover, ditemukan, isolasi, dan tangani sehingga infeksi bisa dikendalikan. IDI mendukung Gugus Tugas yang akan melakukan ini,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :