Sejarah: Sekadar Kisah atau Pelajaran Berhikmah?

Selasa, 06 Oktober 2020 - 06:38 WIB
loading...
A A A
Munculnya draf penyederhanaan kurikulum terkait sejarah mestinya membuat para guru berefleksi. Refleksi ini berkaitan dengan cara guru mengajarkan Sejarah di kelas. Belajar Sejarah pada hakikatnya adalah belajar mengingat. Cara guru mengajar agar siswa menyadari bahwa belajar Sejarah itu perlu dengan demikian menjadi penting.

Bayangkan saja jika guru hadir di dalam kelas hanya untuk mengajak siswa menghafal peristiwa yang sama sekali tidak dilaluinya: mengingat tanggal, tempat, dan nama dari sebuah peristiwa. Bukankah itu hal yang menjemukan bagi siswa? Maka tidaklah aneh jika ada sebuah iklan yang menampilkan seorang siswa menjawab, "Takdir, Pak!" ketika guru bertanya alasan gugurnya seorang pejuang.

Perampingan mata pelajaran memang perlu agar beban belajar tidak banyak. Kemendikbud memang perlu mengambil langkah. Namun, tepatkah kalau yang dihapus adalah Sejarah yang notabene adalah pelajaran yang dapat mempersatukan bangsa? Saat ini bangsa kita pun bahkan sering terpecah-belah karena urusan politik, sosial, dan kesenjangan ekonomi. Sejarah mestinya memiliki kekuatan untuk memupuk nasionalisme.

Ketika mendengar klarifikasi Pak Menteri bahwa mata pelajaran Sejarah tetap dipertahankan, setidaknya sampai 2022, ini adalah tantangan. Tantangan bagi guru untuk melakukan inovasi baru dalam pembelajaran Sejarah. Jangan sampai guru tetap bertahan dengan cara lama. Jika terjadi, yang terjadi hari-hari ini pun akan terjadi lagi di masa mendatang: pelajaran Sejarah akan direncanakan untuk dihapuskan. Mampukah kita menghayati, dan para guru Sejarah memberi teladan, bahwa pelajaran Sejarah bukan sekadar mengingat kisah, namun membuat siswa dapat memetik hikmah? Semoga!

(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Diluncurkan, Fadli Zon: Dari Prasejarah hingga Reformasi
Soft Launching Buku...
Soft Launching Buku Sejarah Indonesia, Momentum Merawat Memori Kolektif Bangsa
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Sempat Tuai Kritik,...
Sempat Tuai Kritik, Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Rekomendasi
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Berita Terkini
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved