Pedagogi Pascapandemi Covid-19
Senin, 05 Oktober 2020 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Pascapandemi, terdapat dua proyeksi dalam praktik pedagogi. Pertama akan terjadi peningkatan secara dramatis blended learning, yakni gabungan antara pembelajaran tatap muka dan daring. Kedua, pedagogi daring akan menjadi strategi prioritas setiap institusi. Oleh karena itu, untuk mendukung kedua hal tersebut diperlukan penguatan kompetensi dan kapasitas digital pedagogy untuk tenaga pendidikan (guru dan dosen, tenaga kependidikan).
Selain itu, perlu juga dilakukan kerja-kerja advokasi untuk kelompok-kelompok rentan (disadvantage groups) seperti guru pedalaman, masyarakat miskin yang tidak bisa mengakses proses pembelajaran. Secara teknis pedagogi, kita perlu mempersiapkan desain pengukuran instrumen, evaluasi efektivitas/asesmen pembelajaran (Rapanta, Botturi, Goodyear,2020). Hal ini sangat penting karena bisa mengukur dan menjadi alat kontrol kualitas pendidikan selama dan pascapandemi. Hal lainnya adalah negara harus mendorong sumber daya pembelajaran kepada masyarakat luas. Sejak Maret 2020 hingga Agustus 2020, negara belum hadir maksimal dalam merespons krisis pedagogi yang dialami masyarakat. Kita bisa melihat banyak anak-anak yang tidak memiliki gawai, terbebani oleh kuota internet, dan daerahnya belum teraliri listrik.
Provider internet/swasta belum menunjukkan dukungan terhadap problem ini. Mekanisme pasar sangat tampak dalam situasi ini. Perlu mendorong keterlibatan swasta dalam mendukung pedagogi pascapandemi. Akses internet yang merata, potensial meningkatkan kualitas pembelajaran. Tanpa teknologi, pemerintah sulit menjawab masalah kesenjangan pendidikan tersebut.
Infrastruktur dan akses internet ini bisa mendorong peningkatan kualitas dan akses pendidikan sepanjang dilengkapi dengan visi kebijakan yang jelas dan inklusif.
Selain itu, perlu juga dilakukan kerja-kerja advokasi untuk kelompok-kelompok rentan (disadvantage groups) seperti guru pedalaman, masyarakat miskin yang tidak bisa mengakses proses pembelajaran. Secara teknis pedagogi, kita perlu mempersiapkan desain pengukuran instrumen, evaluasi efektivitas/asesmen pembelajaran (Rapanta, Botturi, Goodyear,2020). Hal ini sangat penting karena bisa mengukur dan menjadi alat kontrol kualitas pendidikan selama dan pascapandemi. Hal lainnya adalah negara harus mendorong sumber daya pembelajaran kepada masyarakat luas. Sejak Maret 2020 hingga Agustus 2020, negara belum hadir maksimal dalam merespons krisis pedagogi yang dialami masyarakat. Kita bisa melihat banyak anak-anak yang tidak memiliki gawai, terbebani oleh kuota internet, dan daerahnya belum teraliri listrik.
Provider internet/swasta belum menunjukkan dukungan terhadap problem ini. Mekanisme pasar sangat tampak dalam situasi ini. Perlu mendorong keterlibatan swasta dalam mendukung pedagogi pascapandemi. Akses internet yang merata, potensial meningkatkan kualitas pembelajaran. Tanpa teknologi, pemerintah sulit menjawab masalah kesenjangan pendidikan tersebut.
Infrastruktur dan akses internet ini bisa mendorong peningkatan kualitas dan akses pendidikan sepanjang dilengkapi dengan visi kebijakan yang jelas dan inklusif.
(bmm)
Lihat Juga :