Ancaman Pencopotan Membayangi Direktur Narkoba
Kamis, 01 Oktober 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Idham menuturkan, pengungkapan yang mendapat perhatian publik antara lain pengungkapan yang dilakukan Satgassus Merah Putih atas penyitaan 821 kilogram (kg) dan 402 kg sabu-sabu. Lalu, Polda Metro Jaya 288 kg sabu-sabu dan 336 kg ganja.
Kemudian Polda Kalimantan Selatan 212,86 kg sabu-sabu dan 14.032 ekstasi, Polda Bangka Belitung 200 kg sabu-sabu, serta Polda Sumatera Utara 100 kg sabu-sabu dan 50.000 ekstasi. Sementara Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri 71 kg sabu-sabu.
Di hadapan ketua dan anggota Komisi III DPR, Kapolri berjanji akan terus menjaga komitmennya untuk tetap tegak lurus menegakkan hukum di Indonesia hingga akhir jabatannya nanti. "Di akhir masa jabatan saya, saya tidak akan pernah surut untuk menegakkan semua, apakah itu tambang ataukah proyek-proyek di Polri. Saya sudah bilang kepada Asisten Perencanaan dan Anggaran Polri, semua tegak lurus saja. Saya juga tidak kenal itu vendor, tidak kenal rekanan, saya lurus-lurus saja begitu," jamin mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengapresiasi keberhasilan Polri dalam mengungkap dan menangkap sindikat sabu-sabu jaringan internasional. Herman mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini Polri tidak lengah dan menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam mengungkap sindikat narkoba sebagai salah satu virus yang mengancam masa depan anak bangsa. “Saya selaku Ketua Komisi III DPR mengucapkan selamat dan berterima kasih kepada Satgassus Polri. Ini sungguh tugas yang sangat mulia," katanya. (Baca juga: RUU Kejaksaan Dinilai Ingin Jadikan Jaksa Superbody)
Politikus PDIP ini mengatakan, hal itu membuktikan Polri tetap fokus mengabdi untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman narkoba. "Ini prestasi yang cukup luar biasa. Tanpa lelah, meski mengorbankan risiko keamanan dirinya sendiri," kata politikus asal Nusa Tenggara Timur itu.
Anggota DPR Fraksi PKS Iskan Qobal Lubis sebelumnya meminta Polri serius menindak kasus narkoba di Sumut. Menurut dia, banyak kasus narkoba di daerah Mandailing Natal, Padangsidimpuan, dan Labuan Batu Selatan. Daerah tersebut banyak pelabuhan tikus, salah satunya di Siombak. “’Tikus-tikus’ pembawa narkoba itu mengelilingi pantai di daerah dapil saya yang membuat Sumut, satu juta sudah terliputi narkoba. Bahkan anak-anak SD pun sudah kena," katanya.
Kemudian Polda Kalimantan Selatan 212,86 kg sabu-sabu dan 14.032 ekstasi, Polda Bangka Belitung 200 kg sabu-sabu, serta Polda Sumatera Utara 100 kg sabu-sabu dan 50.000 ekstasi. Sementara Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri 71 kg sabu-sabu.
Di hadapan ketua dan anggota Komisi III DPR, Kapolri berjanji akan terus menjaga komitmennya untuk tetap tegak lurus menegakkan hukum di Indonesia hingga akhir jabatannya nanti. "Di akhir masa jabatan saya, saya tidak akan pernah surut untuk menegakkan semua, apakah itu tambang ataukah proyek-proyek di Polri. Saya sudah bilang kepada Asisten Perencanaan dan Anggaran Polri, semua tegak lurus saja. Saya juga tidak kenal itu vendor, tidak kenal rekanan, saya lurus-lurus saja begitu," jamin mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengapresiasi keberhasilan Polri dalam mengungkap dan menangkap sindikat sabu-sabu jaringan internasional. Herman mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini Polri tidak lengah dan menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam mengungkap sindikat narkoba sebagai salah satu virus yang mengancam masa depan anak bangsa. “Saya selaku Ketua Komisi III DPR mengucapkan selamat dan berterima kasih kepada Satgassus Polri. Ini sungguh tugas yang sangat mulia," katanya. (Baca juga: RUU Kejaksaan Dinilai Ingin Jadikan Jaksa Superbody)
Politikus PDIP ini mengatakan, hal itu membuktikan Polri tetap fokus mengabdi untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman narkoba. "Ini prestasi yang cukup luar biasa. Tanpa lelah, meski mengorbankan risiko keamanan dirinya sendiri," kata politikus asal Nusa Tenggara Timur itu.
Anggota DPR Fraksi PKS Iskan Qobal Lubis sebelumnya meminta Polri serius menindak kasus narkoba di Sumut. Menurut dia, banyak kasus narkoba di daerah Mandailing Natal, Padangsidimpuan, dan Labuan Batu Selatan. Daerah tersebut banyak pelabuhan tikus, salah satunya di Siombak. “’Tikus-tikus’ pembawa narkoba itu mengelilingi pantai di daerah dapil saya yang membuat Sumut, satu juta sudah terliputi narkoba. Bahkan anak-anak SD pun sudah kena," katanya.
Lihat Juga :