Cerita Penyintas COVID-19, Hans Virgoro: Saya Tidak Bergejala, Hanya Flu Ringan
Senin, 28 September 2020 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, sama sekali tidak merasakan ada sakit ataupun ada indikasi sakit di antaranya begitu? “Sebenarnya enggak ngerasa apa-apa ya, cuma memang agak sedikit saya kaya mau flu, cuman mau flu aja gitu. Enggak ada yang tanya batuk flu atau bersin atau apa gitu enggak ada sih, enggak ada. Jadi bener kaya mau flu ringan gitu aja gitu,” ucap Hans.
Hans mengaku bingung saat dirinya positif COVID-19 sebelum memutuskan melakukan karantina di rumah. “Awalnya saya bingung ya, ngapain nih gitu. Saya harus ke rumah sakit atau apa gitu,” katanya.
“Terus saya telepon teman saya salah satu dokter, dia bilang kalau di karantina di rumah gimana? Ada orang enggak di rumah kira-kira? Kebetulan saya tinggalnya enggak dengan siapa-siapa ya, cuma sama asisten saya aja 1 orang. Jadi saya karantina di rumah terus teman saya yang dokter itu bilang tapi kalau karantina di rumah harus komitmen ya, enggak boleh yang ini, enggak boleh yang itu,” papar Hans.
Hans pun menuturkan bahwa karantina di rumah harus benar-benar komitmen dan didukung oleh peralatan yang memadai. “Jadi bener-bener komitmen. Seperti kita harus ada oximeter yang mengukur oksigen, kita terus harus ada cadangan oksigen, terus minum obat, vitamin, makanan yang bergizi, jadi komitmen dulu dengan diri sendiri kalau kita memang mau karantina di rumah sendiri, seperti itu ya.” (Baca juga: BPS Beberkan Fakta 17 dari 100 Orang Meyakini Tidak Akan Tertular COVID-19)
Selain itu, Hans menceritakan setelah ia terkonfirmasi positif, ia langsung menghubungi teman-teman yang pernah ditemuinya 7 hari sebelumnya. “Saya bilang sama teman-teman saya ya paling tidak harus swab PCR atau yang sudah dilegalkan untuk bisa melakukan apa tes COVID-19 itu. Dan alhamdulillah sebenarnya teman-teman saya tidak ada yang terkena, satupun itu enggak ada yang terkena setelah ketemu dengan saya,” tutupnya.
Hans mengaku bingung saat dirinya positif COVID-19 sebelum memutuskan melakukan karantina di rumah. “Awalnya saya bingung ya, ngapain nih gitu. Saya harus ke rumah sakit atau apa gitu,” katanya.
“Terus saya telepon teman saya salah satu dokter, dia bilang kalau di karantina di rumah gimana? Ada orang enggak di rumah kira-kira? Kebetulan saya tinggalnya enggak dengan siapa-siapa ya, cuma sama asisten saya aja 1 orang. Jadi saya karantina di rumah terus teman saya yang dokter itu bilang tapi kalau karantina di rumah harus komitmen ya, enggak boleh yang ini, enggak boleh yang itu,” papar Hans.
Hans pun menuturkan bahwa karantina di rumah harus benar-benar komitmen dan didukung oleh peralatan yang memadai. “Jadi bener-bener komitmen. Seperti kita harus ada oximeter yang mengukur oksigen, kita terus harus ada cadangan oksigen, terus minum obat, vitamin, makanan yang bergizi, jadi komitmen dulu dengan diri sendiri kalau kita memang mau karantina di rumah sendiri, seperti itu ya.” (Baca juga: BPS Beberkan Fakta 17 dari 100 Orang Meyakini Tidak Akan Tertular COVID-19)
Selain itu, Hans menceritakan setelah ia terkonfirmasi positif, ia langsung menghubungi teman-teman yang pernah ditemuinya 7 hari sebelumnya. “Saya bilang sama teman-teman saya ya paling tidak harus swab PCR atau yang sudah dilegalkan untuk bisa melakukan apa tes COVID-19 itu. Dan alhamdulillah sebenarnya teman-teman saya tidak ada yang terkena, satupun itu enggak ada yang terkena setelah ketemu dengan saya,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :