Pemerintah Percepat Insentif Nakes Covid-19

Senin, 28 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
Pemerintah Percepat...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mempercepat pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Hingga kemarin, berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan Kementerian Kesehatan, total anggaran yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp2,3 triliun.

Kepala Badan PPSDM Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan dana tersebut dibagi dalam dua pos, yakni pusat dan daerah. Pusat terdiri atas rumah sakit, KKP, BBLK/BTKL/lab/relawan, dan PPDS, sedangkan daerah yakni dinkes, RSUD, dan puskesmas. (Baca: Berkata Kotor dan Keji, Dosa yang Sering Diremehkan)

“Sesuai instruksi presiden, kami Kementerian Kesehatan terus berupaya mempercepat penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas,” kata Kadir yang dikutip SINDO Media dari rilis di laman Kemenkes, kemarin.

Pemerintah juga telah mengeluarkan santunan kematian untuk nakes yang meninggal dalam penanganan Covid-19. Dari 110 nakes yang meninggal, 100 orang di antaranya telah terverifikasi dan mendapatkan santunan serta penghargaan dari pemerintah. Realisasi anggaran yang ditentukan mencapai Rp30 miliar atau 50% dari total dana santunan kematian sebesar Rp60 miliar.

“Santunan kematian telah diberikan sebanyak 50% atau Rp30 miliar kepada 100 ahli waris tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19. Harapannya, ini tidak akan bertambah lagi karena keselamatan nakes adalah prioritas kami,” imbuhnya.

Selain mempercepat distribusi insentif dan santunan, Kementerian Kesehatan juga terus berupaya mendistribusikan nakes yang akan membantu penanganan Covid-19. Terlebih, kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhan nakes. Untuk itu, pemerintah turut melibatkan tenaga relawan kesehatan Nusantara Sehat baik secara tim maupun individu serta internship untuk membantu memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia. (Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Pemantau Kondisi Manula)

Kadir menjabarkan, dari total tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19, sebanyak 16.576 terdiri atas 2.582 tenaga relawan kesehatan, 7.487 Nusantara Sehat Tim dan Individu, dan 6.507 di antaranya merupakan internship. Seluruhnya tersebar di RS Covid-19, laboratorium, puskesmas, dan sarana kesehatan lainnya.

Sebelumnya, kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam penanganan pandemi Covid-19 mendapat sorotan bahkan dinilai negatif oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu, Komisi IX DPR mendorong agar Kemenkes menjadi leading sector dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Karena bencana yang sedang dihadapi adalah bencana kesehatan,” kata Kurniasih Mufidayati, anggota Komisi X DPR, saat dihubungi SINDO Media, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Mufida, banyak hal yang harus diperbaiki oleh Kemenkes dalam penanganan pandemi ini, di antaranya 3T yakni testing, tracing, dan treatment sebagai kunci pencegahan penularan Covid-19, yang mana masih banyak kelemahan-kelemahan.

Untuk treatment, Mufida menemukan banyak fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang mulai penuh kapasitasnya. Tenaga kesehatan dan tenaga medis juga sudah overload dalam menangani pasien. Bahkan, banyak juga nakes yang gugur akibat terpapar Covid-19.

“Standar layanan fasyankes belum sama dalam penanganan pasien Covid-19, obat belum ada, alat kesehatan, APD (alat pelindung diri), obat dan nutrisi perlu ditingkatkan lagi,” tambah Mufida.

Sementara hingga kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih terus bertambah 3.874 kasus. Dengan demikian, akumulasi total kasus mencapai 275.213 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 37.272 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). (Baca juga: Susu Colostrum Diklaim Mampu Pulihkan Saraf Kejepit)

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.611 orang, sehingga total 203.014 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 78 orang, sehingga meninggal menjadi 10.386 orang. Sementara itu, 129.553 orang menjadi suspek Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo terus mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat memahami dan sadar bahwa manusia menjadi perantara utama menularnya virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit corona virus disease 2019 atau Covid-19.

Menurut dia, perantara penularan penyakit Covid-19 berbeda dengan flu burung atau flu babi. Penularan virus corona jenis baru itu terjadi setelah ada kontak langsung dari orang-orang terdekat. Dengan kata lain, orang-orang terdekat ini saling mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, famili, atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati,” jelas Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan bersama Pemerintah Provinsi Aceh, di Aceh melalui siaran pers yang diterima SINDO Media, kemarin. (Lihat videonya: Dua Kelompok Ormas di Bekasi Selatan Terlibat Bentrok)

Sebagai bukti, dia mengungkapkan, berdasarkan hasil data Satgas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan bahwa 7% penderita Covid-19 di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. Data tersebut sekaligus kembali menegaskan bahwa para penderita Covid-19 tertular dari orang-orang yang berada di dekatnya. (Binti Mufarida/Kiswondari)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
LSP Hukum Kesehatan...
LSP Hukum Kesehatan Indonesia Diresmikan, BNSP: Perkuat Penyelesaian Sengketa Medis
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Indonesia Kirim 39 Perawat...
Indonesia Kirim 39 Perawat ke Belanda untuk Bekerja di Sektor Kesehatan
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Timnas Iran Pakai Pin...
Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026, Simbol Korban Tewas Serangan Udara di Minab
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Berita Terkini
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved