Kampanye Virtual Paslon Pilkada di Tengah Pandemi Diapresiasi
Minggu, 27 September 2020 - 09:07 WIB
loading...
Kampanye Virtual yang dilakukan salah satu pasangan calon di Pilkada serentak 2020 mendapat apresiasi dari pengamat pemilu dan komunitas milenial. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kampanye Virtual yang dilakukan salah satu pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mendapat apresiasi dari pengamat pemilu dan komunitas milenial. Pasalnya, hal tersebut menjadi sangat relevan dan harus dilakukan pada masa Pandemi Covid-19.
(Baca juga: 72 Petahana Langgar Protokol Covid-19 saat Pendaftaran Pilkada 2020)
![Kampanye Virtual Paslon Pilkada di Tengah Pandemi Diapresiasi]()
Diketahui, kampanye virtual antara lain sudah dilakukan oleh Pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada hari kampanye pertama melakukan blusukan daring di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 26 September 2020.
(Baca juga: Pilkada Serentak Tetap Berlanjut, Ini Penjelasan Komisi II DPR)
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz mengatakan, semua paslon dituntut untuk tidak saja beradaptasi dengan berbagai kendala dan batasan yang tersedia seperti menerapkan protokol kesehatan, physical distancing dan tatap muka secara offline. Namun lebih dari itu.
"Setiap pasangan calon dituntut untuk melakukan penyesuaian secara radikal terkait dengan metode-metode kampanye yang dinilai efektif menjangkau para pemilih," ujar August Mellaz melalui pesan WhatsApp, Minggu (27/9/2020).
(Baca juga: 72 Petahana Langgar Protokol Covid-19 saat Pendaftaran Pilkada 2020)

Diketahui, kampanye virtual antara lain sudah dilakukan oleh Pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada hari kampanye pertama melakukan blusukan daring di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 26 September 2020.
(Baca juga: Pilkada Serentak Tetap Berlanjut, Ini Penjelasan Komisi II DPR)
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz mengatakan, semua paslon dituntut untuk tidak saja beradaptasi dengan berbagai kendala dan batasan yang tersedia seperti menerapkan protokol kesehatan, physical distancing dan tatap muka secara offline. Namun lebih dari itu.
"Setiap pasangan calon dituntut untuk melakukan penyesuaian secara radikal terkait dengan metode-metode kampanye yang dinilai efektif menjangkau para pemilih," ujar August Mellaz melalui pesan WhatsApp, Minggu (27/9/2020).
Lihat Juga :