Ini Kata Epidemiolog, Penyebab Kasus Corona di Indonesia Terus Meningkat
Minggu, 27 September 2020 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
"Dan selama kita tidak tahu klasternya, maka artinya kita 'membiarkan' terjadinya penyebaran COVID-19 yang tidak terkendali di masyarakat. Jadi tidak heran bila trennya meningkat," terangnya. (Baca juga; Rekor Baru: Sehari 46.133 Spesimen Diperiksa Temukan Kasus COVID-19 )
Hal lain yang juga perlu dipastikan dalam mencari penyebab lonjakan kasus corona, kata Dicky, adalah meningkatkan cakupan testing. Namun, ditekankan Dicky, cakupan testing tidak cukup hanya di DKI Jakarta saja. "Cakupan testing ini juga tidak cukup hanya di satu, atau dua daerah. Harus menyeluruh," imbuhnya
Menurutnya, selama masih ada daerah yang cakupan testingnya tidak memadai, maka Indonesia masih berpotensi mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi. Sebab, daerah tersebut berpotensi menjadi klaster COVID-19 yang tidak terdeteksi.
"Selama cakupan testing tidak dilakukan di semua daerah, maka artinya, daerah-daerah yang tidak melakukan cakupan testing yang memadai, daerah itu berkontribusi tidak hanya pada peningkatan kasus di wilayahnya, tapi pada peningkatan kasus di daerah lain. Karena, ada klaster di daerah yang tidak terdeteksi," pungkasnya.
Hal lain yang juga perlu dipastikan dalam mencari penyebab lonjakan kasus corona, kata Dicky, adalah meningkatkan cakupan testing. Namun, ditekankan Dicky, cakupan testing tidak cukup hanya di DKI Jakarta saja. "Cakupan testing ini juga tidak cukup hanya di satu, atau dua daerah. Harus menyeluruh," imbuhnya
Menurutnya, selama masih ada daerah yang cakupan testingnya tidak memadai, maka Indonesia masih berpotensi mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi. Sebab, daerah tersebut berpotensi menjadi klaster COVID-19 yang tidak terdeteksi.
"Selama cakupan testing tidak dilakukan di semua daerah, maka artinya, daerah-daerah yang tidak melakukan cakupan testing yang memadai, daerah itu berkontribusi tidak hanya pada peningkatan kasus di wilayahnya, tapi pada peningkatan kasus di daerah lain. Karena, ada klaster di daerah yang tidak terdeteksi," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :