Tepis Tudingan Inas, Ossy: SBY Tak Hanya Peduli, Namun Juga Kuasai dan Pahami Perekonomian Indonesia
Kamis, 24 September 2020 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
(Lihat Juga Foto: Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Orang-orangan Sawah di DPR ).
Dia melanjutkan, faktanya selama 10 tahun itu, 2004-2014, angka kemiskinan turun secara signifikan dari 16,7% menjadi 10,89%. "Kalau sekarang diklaim bahwa angka kemiskinan menjadi single digit, ya karena pemerintahan sebelumnya bekerja keras menurunkan secara masif," imbuhnya.
(Baca juga: Mahfud MD Bandingkan Angka Kemiskinan sejak Merdeka hingga Saat Ini ).
Dia menambahkan, faktanya selama sepuluh tahun (2004-2014), pengangguran turun signifikan dari 11% menjadi 5,7%. "Silakan dicek berapa jumlah pengangguran saat ini. Jadi jangan asal njeplak bilang pembangunan di era SBY mangkrak. Karena buktinya nyata dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selama 10 tahun (2004-2014), rasio utang pada PDB menurun drastis dari 56,6% menjadi 24,7%. Kata Ossy, sekarang kembali merangkak naik mendekati angka 40%.
"Selama 10 tahun (2004-2014), cadangan devisa meningkat tajam 3x lipat dari USD 36,3 miliar menjadi USD 111,8 miliar. Jadi, dengan cadangan devisa yang relatif besar, pemerintahan sekarang punya uang untuk membangun. Sepatutnya berterima kasih kepada pemerintah SBY," kata Ossy.
Dia melanjutkan, faktanya selama 10 tahun itu, 2004-2014, angka kemiskinan turun secara signifikan dari 16,7% menjadi 10,89%. "Kalau sekarang diklaim bahwa angka kemiskinan menjadi single digit, ya karena pemerintahan sebelumnya bekerja keras menurunkan secara masif," imbuhnya.
(Baca juga: Mahfud MD Bandingkan Angka Kemiskinan sejak Merdeka hingga Saat Ini ).
Dia menambahkan, faktanya selama sepuluh tahun (2004-2014), pengangguran turun signifikan dari 11% menjadi 5,7%. "Silakan dicek berapa jumlah pengangguran saat ini. Jadi jangan asal njeplak bilang pembangunan di era SBY mangkrak. Karena buktinya nyata dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selama 10 tahun (2004-2014), rasio utang pada PDB menurun drastis dari 56,6% menjadi 24,7%. Kata Ossy, sekarang kembali merangkak naik mendekati angka 40%.
"Selama 10 tahun (2004-2014), cadangan devisa meningkat tajam 3x lipat dari USD 36,3 miliar menjadi USD 111,8 miliar. Jadi, dengan cadangan devisa yang relatif besar, pemerintahan sekarang punya uang untuk membangun. Sepatutnya berterima kasih kepada pemerintah SBY," kata Ossy.
Lihat Juga :