Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:03 WIB
loading...
A A A
Tahapan masa depan ini menandai pergeseran kompetisi dari penguasaan wilayah fisik menuju penguasaan sistem, standar global, dan pengaruh. Peta kekuatan dan keamanan dunia dibentuk ulang secara fundamental oleh lahirnya teknologi kuantum, kecerdasan buatan, dan big data.

Metode konfrontasi bergeser ke sektor finansial melalui pemaksaan ekonomi (economic coercion), persenjataan perdagangan (trade weaponization), serta perang finansial yang kini menjadi instrumen arus utama. Fokus strategis utama pada era Globalisasi 2.0 ini bertumpu pada kontrol mutlak atas teknologi kritis, tata kelola infrastruktur digital global, dan penguasaan sumber daya alam yang langka (rare resources).

Menghadapi kompleksitas dinamika keamanan maritim tersebut, keterlibatan Hybrid Maritime Governance System yang adaptif menjadi sebuah kebutuhan mendasar untuk menciptakan kawasan maritim yang stabil, aman, dan berlandaskan aturan (rules-based order).

Melalui pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan hukum, kelembagaan, kapasitas teknis, teknologi, serta dialog strategis, ASEAN menawarkan kerangka kerja kolaboratif bertajuk ASEAN Solutions for Peace and Stability in the South China Sea.

Pendekatan strategis ASEAN ini bertumpu pada empat pilar utama: penguatan legitimasi, pengembangan kapasitas latihan dan pelatihan, pendekatan ekonomi berkelanjutan, serta pengandalan mitra eksternal (selected allies) secara proporsional berlandaskan prinsip ASEAN Centrality.

Pilar pertama difokuskan pada penguatan legitimasi (legitimacy) guna memperkokoh hukum internasional dan norma-norma kelembagaan kawasan. Langkah krusial dalam kerangka ini adalah penyelesaian Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan secara substantif dan mengikat secara hukum (legally binding) yang berpedoman pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982).

Legitimasi operasional di laut disokong oleh formulasi Guideline for the Prevention of Collision and Incident at Sea serta penegakan International Regulations for Preventing Collisions at Sea (COLREGs) guna mencegah timbulnya kesalahpahaman dan eskalasi konflik antarkapal di perairan sengketa.

Selain itu, penguatan legitimasi institusional dilakukan melalui sarana diplomasi dan kelembagaan militer non-kombat seperti ASEAN Chief of Navy Meeting (ACNM) untuk membangun rasa saling percaya (trust building) dan interoperabilitas angkatan laut, serta ASEAN Coast Guard Forum (ACGF) untuk menyelaraskan penegakan hukum maritim, keselamatan pelayaran, dan perlindungan lingkungan laut.

Pilar kedua menekankan pada pelatihan dan latihan (training and exercise) sebagai instrumen pembentukan kapasitas (capacity building), interoperabilitas, dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi tantangan keamanan tradisional maupun non-tradisional.

Untuk menanggulangi ancaman lintas negara, ASEAN mendorong pembentukan Maritime Interdiction Training Center guna membendung praktik kejahatan seperti perompakan, penyelundupan, dan kejahatan maritim terorganisir. Kesiapsiagaan krisis kemanusiaan diwadahi melalui HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief) Training Center serta penyediaan SAR (Search and Rescue) Training Center demi menjamin keselamatan jiwa di laut.

Di samping itu, kesadaran domain maritim (maritime domain awareness) ditingkatkan melalui penyusunan Regional Surveillance System yang mengintegrasikan pertukaran informasi dan teknologi secara real-time. Mengingat maraknya ancaman non-fisik pada era digital, pembentukan Regional Cyber Training Center juga direkomendasikan untuk memperkuat ketahanan infrastruktur kritis maritim dari serangan siber.

Pilar ketiga berfokus pada pendekatan ekonomi (economic approach) demi mendorong kemakmuran bersama yang inklusif dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur maritim seperti modernisasi pelabuhan dan konektivitas logistik menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus ketahanan keamanan kawasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
Kapal Perang Canggih...
Kapal Perang Canggih LCS Coronado Angkatan Laut AS Dipensiunkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved