Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:46 WIB
loading...
Siapkan Relawan Tangguh...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) . Foto/istimewa
A A A
BOGOR - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, meluncurkan organisasi kebencanaan Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peluncuran menjadi langkah baru PKB dalam memperkuat keterlibatan masyarakat di bidang penanggulangan bencana.

Organisasi ini dibentuk untuk menjadi wadah yang efektif dalam membangun relawan yang memiliki keterampilan, kesiapsiagaan, dan kemampuan merespons bencana secara cepat dan terukur.

Gus Muhaimin mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak relawan kebencanaan yang terlatih. Menurutnya, keterbatasan personel penanggulangan bencana harus diperkuat melalui dukungan dan partisipasi masyarakat.

Baca juga: Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda

"Ada organisasi baru yang bernama SIGAP BANGSA. Organisasi ini dibentuk untuk mengantisipasi sekaligus menjadi organisasi yang efektif dalam penanggulangan bencana. Tidak mudah melatih relawan yang memiliki keterampilan kebencanaan, sementara keterbatasan tim penanggulangan bencana membutuhkan dukungan partisipatif dari masyarakat," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Gus Muhaimin yang hadir didampingi Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto meyakini semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka kemampuan Indonesia dalam menghadapi bencana akan semakin baik. "Kita berharap semakin banyak orang terlibat dalam penanggulangan bencana. Saya yakin cara, teknik, dan strategi penanggulangan bencana di Indonesia akan semakin maju," katanya.

Lihat video: Breaking News Puncak Harlah ke-27 PKB, Presiden Prabowo:Kerja Keras untuk Kepentingan Rakyat


Menurut Gus Muhaimin, Indonesia juga perlu terus belajar dari negara-negara yang telah memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih maju. "Kita boleh belajar dari berbagai negara yang memiliki keunggulan dalam strategi, taktik, teknologi, kecepatan, dan ketangguhan menghadapi bencana. Semua itu perlu terus kita adaptasi untuk memperkuat kapasitas bangsa," tuturnya.

Gus Muhaimin menegaskan PKB akan terus mendorong lahirnya masyarakat yang tangguh menghadapi bencana melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan kapasitas relawan di berbagai daerah. "PKB akan terus melibatkan masyarakat agar menjadi warga yang tangguh serta memiliki keterampilan dan kekuatan dalam menghadapi bencana," tegasnya.

Ketua DPP PKB Bidang Penanggulangan Bencana, Marwan Dasopang, mengatakan pembentukan Sigap Bangsa menandai semakin luasnya kontribusi PKB bagi masyarakat. "Saat ini PKB tidak hanya tampil sebagai partai politik, tetapi juga hadir mengurus persoalan sosial kemasyarakatan. Peluncuran SIGAP BANGSA ini sekaligus menjadi kado bagi Harlah PKB ke-28," ujar Marwan.

Sebagai langkah awal, Sigap Bangsa telah melatih 250 relawan tanggap bencana. Program tersebut akan terus diperluas melalui pelatihan serupa di berbagai daerah guna memperkuat jaringan relawan kebencanaan yang siap diterjunkan saat dibutuhkan.

Dengan hadirnya Sigap Bangsa, PKB berharap dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya siaga bencana serta meningkatkan ketangguhan Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Semarak Harlah PKB,...
Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Rekomendasi
Pihak Fangfang Ungkap...
Pihak Fangfang Ungkap Peluang Damai dengan Vicky Prasetyo Kian Menipis
Mikel Merino, Supersub...
Mikel Merino, Supersub yang Tak Ingin Kejar Popularitas
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
Berita Terkini
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved