Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB
loading...
A A A
Ini merupakan ironi terbesar negara teokrasi. Ketika agama terlalu erat dipeluk negara, kegagalan negara perlahan berubah menjadi kegagalan agama di mata masyarakat.

Sejarah Islam memberikan gambaran yang berbeda. Dalam bukunya Islam, Authoritarianism, and Underdevelopment, Ahmet T. Kuru menunjukkan bahwa pada abad kedelapan hingga kesebelas, mayoritas ulama justru hidup mandiri dari negara. Dari sekitar 3.900 ulama yang ditelitinya, hanya sekitar 9% yang menerima gaji dari pemerintah, sementara selebihnya memperoleh penghasilan dari perdagangan atau profesi independen.

Tokoh-tokoh besar seperti Abu Hanifah, Malik, Al-Syafi'i, Ahmad ibn Hanbal, bahkan Ja'far al-Shadiq dikenal menjaga jarak dari kekuasaan politik. Mereka justru acap dipenjara, disiksa, atau dianiaya karena menolak tunduk kepada penguasa.

Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa penyatuan agama dan negara bukanlah doktrin yang inheren dalam Islam. Aliansi ulama dan negara berkembang terutama sejak era Seljuk pada abad ke-11, kemudian diwarisi berbagai dinasti Islam berikutnya.

Pada abad ke-20, para ideolog Islamisme seperti Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, Abul A'la al-Maududi, dan Khomeini mengubah aliansi historis tersebut menjadi proyek ideologis yang lebih total. Dengan demikian, negara teokrasi Iran bukan representasi tunggal dari tradisi politik Islam, melainkan salah satu interpretasi modern yang lahir dari konteks sejarah tertentu.

Bagi dunia Islam, pelajaran Iran bukan berarti bahwa agama harus disingkirkan dari politik, melainkan bahwa agama sebaiknya tidak dimonopoli oleh negara. Ketika agama menjadi milik negara, ia kehilangan daya kritisnya. Tetapi, ketika agama berdiri di atas semua kepentingan politik, ia justru menjadi kekuatan moral yang mampu menjaga negara tetap berada di jalur keadilan.

Pungkasannya, masa depan Iran tidak semata-mata ditentukan oleh jatuh atau bertahannya rezim Mullah saat ini. Yang utama adalah apakah Iran mampu membangun suatu tatanan politik yang tetap menghormati identitas Islam masyarakatnya, tetapi sekaligus menjamin akuntabilitas, supremasi hukum, perlindungan hak-hak sipil, dan sirkulasi kekuasaan secara demokratis. Dalam konteks itu, kritik terhadap teokrasi Iran bukanlah kritik terhadap Islam, tetapi mengembalikan agama pada fungsinya untuk membimbing nurani, bukan mengendalikan kekuasaan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Rekomendasi
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
MPLS 2026 Resmi Dimulai,...
MPLS 2026 Resmi Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan Larangan Perpeloncoan di Sekolah
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Berita Terkini
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Minta DPR Pakai Hak Angket untuk Selesaikan Ketegangan Polri vs Kejagung
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved