TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 23:06 WIB
loading...
Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diminta turun tangan untuk atasi keputusan TikTok yang memberhentikan mayoritas karyawan Tokopedia. Foto: Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin meminta Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) turun tangan untuk atasi keputusan TikTok yang memberhentikan mayoritas karyawan Tokopedia. Apalagi, kata dia, dua platform digital itu penggerak UMKM.
"Menurut saya perlu (Sathas Mitigasi PHK turun). Karena TikTok dan Tokopedia ini dua platform market place yang cukup besar yang selama ini menjadi salah satu penggerak UMKM di Indonesia," kata Zainul saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Legislator dari Fraksi PKB ini pun meminta Satgas Mitigas PHK untuk mencari solusi agar mencegah PHK di Tokopedia. Walaupun, kata dia, TikTok menyampaikan ini bukan keputusan yang mudah untuk PHK karyawan.
Baca juga: TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
"Satgas PHK harus bisa menjembatani mengkomunikasikan dengan para stakeholder," kata Zainul.
Di sisi lain, Zainul meminta Pemerintah untuk memastikan hak karyawan terpenuhi jika keputusan PHK tak bisa dihindarkan. "Jika memang langkah PHK itu tdk bisa dihindari, maka harus dipastikan hak-hak karyawan terpenuhi sesuai UU," pungkasnya.
Sebelumnya, TikTok mengonfirmasi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia. Pihaknya menegaskan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan sebagai pemegang saham pengendali.
Menurut Juru Bicara TikTok, perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung komunitas kreator dan penjual yang beraktivitas di platform.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Meski melakukan PHK, pihaknya mengakui menyatakan fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," sambung dia.
"Menurut saya perlu (Sathas Mitigasi PHK turun). Karena TikTok dan Tokopedia ini dua platform market place yang cukup besar yang selama ini menjadi salah satu penggerak UMKM di Indonesia," kata Zainul saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Legislator dari Fraksi PKB ini pun meminta Satgas Mitigas PHK untuk mencari solusi agar mencegah PHK di Tokopedia. Walaupun, kata dia, TikTok menyampaikan ini bukan keputusan yang mudah untuk PHK karyawan.
Baca juga: TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
"Satgas PHK harus bisa menjembatani mengkomunikasikan dengan para stakeholder," kata Zainul.
Di sisi lain, Zainul meminta Pemerintah untuk memastikan hak karyawan terpenuhi jika keputusan PHK tak bisa dihindarkan. "Jika memang langkah PHK itu tdk bisa dihindari, maka harus dipastikan hak-hak karyawan terpenuhi sesuai UU," pungkasnya.
Sebelumnya, TikTok mengonfirmasi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia. Pihaknya menegaskan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan sebagai pemegang saham pengendali.
Menurut Juru Bicara TikTok, perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung komunitas kreator dan penjual yang beraktivitas di platform.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Meski melakukan PHK, pihaknya mengakui menyatakan fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," sambung dia.
(rca)
Lihat Juga :