Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Akar Masalah Sebab Demo Mahasiswa, Ubadilah: Karena Masa Depan Mereka Terancam
“Setelah melakukan kajian mendalam, kami melihat tujuan program ini sangat mulia dan strategis bagi masa depan anak bangsa. Namun dukungan kami tidak buta,” jelas Ikhsan Buyung Kalean, perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Ibnu Chaldun.
“Di tengah mencuatnya dugaan penyimpangan, kami menuntut satu hal tegas: tata kelola harus diperbaiki secara menyeluruh, agar anggaran rakyat benar-benar sampai kepada yang berhak dan tidak dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.”
Dalam aksi tersebut, BEM Persatuan Indonesia merumuskan lima poin pernyataan sikap resmi. Pertama, mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja lembaga negara. Evaluasi mendalam ini secara khusus diarahkan pada program strategis seperti MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar eksekusi anggarannya benar-benar berjalan sesuai dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB).
Kedua, menyerukan penghentian segala bentuk persekusi serta pembubaran paksa atas diskusi ilmiah, baik yang digelar di lingkungan kampus maupun di ruang publik.
“Forum diskusi kritis adalah napas demokrasi. Jika ini dibungkam, maka kita hanya menyisakan ruang bagi kebohongan dan ketidakadilan,” tambah Hikmah.
Ketiga, di sektor ekonomi, mahasiswa meminta pemerintah menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi dan memastikan sistem penyalurannya tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam arus disinformasi ataupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
“Setelah melakukan kajian mendalam, kami melihat tujuan program ini sangat mulia dan strategis bagi masa depan anak bangsa. Namun dukungan kami tidak buta,” jelas Ikhsan Buyung Kalean, perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Ibnu Chaldun.
“Di tengah mencuatnya dugaan penyimpangan, kami menuntut satu hal tegas: tata kelola harus diperbaiki secara menyeluruh, agar anggaran rakyat benar-benar sampai kepada yang berhak dan tidak dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.”
Dalam aksi tersebut, BEM Persatuan Indonesia merumuskan lima poin pernyataan sikap resmi. Pertama, mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja lembaga negara. Evaluasi mendalam ini secara khusus diarahkan pada program strategis seperti MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar eksekusi anggarannya benar-benar berjalan sesuai dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB).
Kedua, menyerukan penghentian segala bentuk persekusi serta pembubaran paksa atas diskusi ilmiah, baik yang digelar di lingkungan kampus maupun di ruang publik.
“Forum diskusi kritis adalah napas demokrasi. Jika ini dibungkam, maka kita hanya menyisakan ruang bagi kebohongan dan ketidakadilan,” tambah Hikmah.
Ketiga, di sektor ekonomi, mahasiswa meminta pemerintah menjamin stabilitas harga BBM bersubsidi dan memastikan sistem penyalurannya tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam arus disinformasi ataupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
Lihat Juga :