Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
“Kami mengingatkan, demokrasi yang sehat dirawat lewat penguatan literasi, bukan dengan mengedepankan emosi semata,” ujar Ikhsan.
Sebagai penutup, mereka mendesak para pejabat publik agar mampu berperan sebagai jembatan aspirasi rakyat, bukan justru menjadi pemicu konflik baru. Secara khusus, massa aksi menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk hadir dalam forum diskusi terbuka bersama mahasiswa.
“Jika kebijakan yang diambil sudah benar dan terukur, seharusnya tidak takut untuk diuji lewat data dan argumen ilmiah. Kami siap berdiskusi dengan kepala dingin, bukan dengan amarah,” tegas Hikmah.
BEM Persatuan Indonesia menegaskan keputusan untuk turun ke jalan lahir dari kegelisahan atas ruang dialog formal yang dinilai sudah terlalu dipenuhi oleh kepentingan politik sesaat.
“Kami hadir menyampaikan model perjuangan baru: mendukung hal yang baik, mengoreksi yang kurang tepat, dan membangun bersama solusi terbaik. Ini bukti bahwa mahasiswa tetap menjadi pengawal demokrasi yang bertanggung jawab,” pungkas Ikhsan.
Aksi ini sekaligus memberikan warna baru dalam dinamika gerakan mahasiswa nasional yang eskalasinya terus meningkat sejak awal Juni 2026. Di saat beberapa aliansi kampus memilih pendekatan konfrontatif, BEM Persatuan Indonesia menunjukkan model gerakan alternatif: kritik berbasis kajian matang, terukur, namun tetap membuka ruang kolaborasi demi menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama.
Sebagai penutup, mereka mendesak para pejabat publik agar mampu berperan sebagai jembatan aspirasi rakyat, bukan justru menjadi pemicu konflik baru. Secara khusus, massa aksi menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk hadir dalam forum diskusi terbuka bersama mahasiswa.
“Jika kebijakan yang diambil sudah benar dan terukur, seharusnya tidak takut untuk diuji lewat data dan argumen ilmiah. Kami siap berdiskusi dengan kepala dingin, bukan dengan amarah,” tegas Hikmah.
BEM Persatuan Indonesia menegaskan keputusan untuk turun ke jalan lahir dari kegelisahan atas ruang dialog formal yang dinilai sudah terlalu dipenuhi oleh kepentingan politik sesaat.
“Kami hadir menyampaikan model perjuangan baru: mendukung hal yang baik, mengoreksi yang kurang tepat, dan membangun bersama solusi terbaik. Ini bukti bahwa mahasiswa tetap menjadi pengawal demokrasi yang bertanggung jawab,” pungkas Ikhsan.
Aksi ini sekaligus memberikan warna baru dalam dinamika gerakan mahasiswa nasional yang eskalasinya terus meningkat sejak awal Juni 2026. Di saat beberapa aliansi kampus memilih pendekatan konfrontatif, BEM Persatuan Indonesia menunjukkan model gerakan alternatif: kritik berbasis kajian matang, terukur, namun tetap membuka ruang kolaborasi demi menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama.
(cip)
Lihat Juga :