Ketangguhan UMKM

Selasa, 22 September 2020 - 07:34 WIB
loading...
A A A
Sensitivitas masih belum cukup jika tidak didasari kesanggupan berkorban serta tanggungjawab sosial seperti Mintzberg (1992) paparkan. Dengan tanggungjawab sosial, usaha kecil yang perjuangkan untuk bisa bertahan dan berkembang. Bisa jadi tidak banyak yang dikawal untuk terus maju. Konsepsi bapak/ibu asuh bisa dikembangkan agar yang telah berhasil menjadi mentor bagi usaha lain sejenis untuk terus berkembang juga. Yang dimentori dan berhasil berkewajiban menjadi mentor bagi yang lainnya dan demikian seterusnya.

Pola diatas menunjukkan jika tanggungjawab sosial tidak hanya monopoli pemerintah, namun ditularkan kepada pelaku ekonomi lemah agar mampu menjadi kekuatan besar dalam perekonomian nasional. Membangun kekuatan pelaku ekonomi ini, pastilah berat pada permulaan, namun menjadi ringan jika seluruh tugas pemerintah diinternalisasikan kepada mereka juga. Dengan pemahaman tersebut, pelaku ekonomi ini menjadi subyek yang mengemban tanggung jawab untuk terus berkembang dan membawa kemajuan bagi yang lainnya. Dengan demikian, persepsi yang menempatkan kelompok tersebut beban dan obyek patut diubah.

Reposisi diatas tidak mudah dibangun. Persepsi jika pemerintah pemberi dan UMKM penerima patut diubah terlebih dahulu. Melalui aturan yang ada, mindset pun diubah juga agar penghargaan atas jerih payah kelompok usaha tersebut terbangun juga. Bisa jadi untuk itu ada sanksi yang diberikan pemerintah kepada aparaturnya. Dengan sanksi terhadap pihak-pihak yang merendahkan UMKM, maka nilai pun dapat menguat didalamnya untuk kemudian diprilakukan bersama seperti Rokeach (1984) tuliskan.

Dalam membangun mindset yang ajeg, sejumlah pihak menjadi penting terlibat. Akademisi sangatlah penting untuk dilibatkan agar kajian-kajian yang berkaitan dengan usaha kecil terus disampaikan kepada pelakunya. Dengan komunikasi yang egaliter, pelaku usaha diajaknya untuk menyikapi sejumlah temuannya. Boleh jadi antisipasi atas kajian akademisi memerlukan bantuan pengusaha dan perbankan untuk persoalan teknis dan bantuan modal. Bisa juga perlu media agar bisa diketahui lebih banyak pasarnya, dan masyarakat sebagai kontrol sekaligus konsumen.

Keterikatan semuanya menjadi perlu agar pengusaha kecil tersebut memiliki mental yang tangguh dan tekad untuk maju yang kuat. Dengan gotong royong, ketangguhan UMKM harus semakin kuat agar menjadi mitra tangguh pengusaha besar sekaligus mengurangi beban pemerintah menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Semoga!
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
Outstanding Pinjaman...
Outstanding Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp13,2 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved