Tangkal Radikalisme, Kemenag Tingkatkan Literasi Agama Takmir Masjid

Senin, 21 September 2020 - 19:41 WIB
loading...
Tangkal Radikalisme,...
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Foto: SINDOnews/Abdul Malik Mubarak
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan akan fokus pada peningkatan kapasitas takmir masjid di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan karena banyak takmir masjid yang literasi agamanya rendah.

"Ada penelitian begini, tentang takmir masjid di Jakarta, ternyata literasi takmir kita itu juga rendah. Literasi agamanya. Banyak yang bagus, tapi banyak juga yang rendah," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Kamaruddin Amin saat menjadi pembicara Dialog Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media di Olympic Bigland Hotel Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (21/9/2020).

(Baca: Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi)

Menurut dia, rendahnya tingkat pengetahuan agama para pengurus masjid membuat mereka tidak bisa menyeleksi atau memproteksi dari pikiran atau ideologi ekstrem yang masuk ke masjid. Padahal penyebaran pikiran atau ideologi ekstrem merupakan tantangan nyata saat ini.

"Jadi hasil penelitian menunjukkan takmir kita perlu diafirmasi. Jadi program untuk meningkatkan kualitas takmir saya kira itu penting," katanya.

Peningkatan kapasitas takmir masjid, kata dia, sudah berjalan dan akan ditambah kuantitasnya. Kemenag mengklaim tidak penolakan dalam program ini karena sifatnya hanya pemberian pelatihan-pelatihan bukan standardisasi.

"Bukan standarisasi, (hanya) pelatihan-pelatihan lah. Tidak kita stadarisasi, tidak juga kita sertifikasi takmir ini. Tapi mereka perlu diberi pengetahuan informasi agama, supaya setidaknya mereka bisa dalam menyeleksi atau menerima penceramah misalnya. Kalau nggak punya pemahaman sama sekali kan juga bisa berpotensi riskan," katanya.

(Baca: Romo Benny: Penguatan Ideologi Tangkal Radikalisme)

Tak hanya takmir masjid yang ditingkatkan literas agamanya, tapi juga imam masjid dan penceramah. Sebab, masjid merupakan sumber pengetahuan keagamaan yang cukup penting.

Diakuinya, saat ini sedang terjadi proses radikalisasi di sejumlah lembaga, baik itu pendidikan, majlis taklim, dan masjid. Terjadi kontestasi otoritas penyampaian nilai-nilai agama di ruang publik.

Untuk memenangkan kontestasi tersebut, maka Kemenag melakukan penguatan penyuluh agama dengan mengusung isu moderasi beragama. Penyuluh agama didorong menjadi penceramah di masjid-masjid yang jumlahnya cukup banyak, sekitar 800.000-an.

(Baca: Takmir Wajib Terapkan Protokol Kesehatan saat Penyembelihan Hewan Kurban)

"Masjid-masjid yang berafiliasi dengan NU, berafiliasi dengan Muhammadiyah, dan berafiliasi dengan ormas Islam moderat tidak masalah karena ada pembinaan. Yang tidak berafiliasi ini, yang berpotensi terpenetrasi (pikiran/ideologi radikal," katanya.

Seperti apa radikalisme yang dikhawatirkan? Menurut Kamaruddin ada dua, radikalisme ideologis, yakni tidak mengakui pemerintahan yang sah, ingin mendirikan negara di luar kesepakatan nasional, seperti khilafah islamiyah. "Yang kedua, radikal teologis yang tidak sama dengan mereka itu kafir, darahnya halal begitu. Itu yang dimaksud," katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Rekomendasi
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Berita Terkini
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Infografis
Asal-usul Yerusalem,...
Asal-usul Yerusalem, Kota Suci 3 Agama yang Penuh Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved