Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Selasa, 09 Juni 2026 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kerja sama ini juga mendorong penguatan fungsi konservasi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi maupun hutan produksi, khususnya di wilayah prioritas. Kedua pihak juga menyetujui untuk menerapkan pendekatan spasial seperti Development by Design, yang menggunakan data ilmiah yang tidak saja untuk memperbaiki perencanaan di kawasan hutan produksi, namun juga membantu perencanaan dan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan begitu, kawasan hutan sensitif atau wilayah hutan yang mudah rusak akibat aktivitas manusia atau perubahan lingkungan, memperoleh prioritas perlindungannya.
Lihat video: Kemenhut Ungkap Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Capai 4 Juta Hektar
Kerja sama ini juga mencakup uji coba optimalisasi skema Multi-Usaha Kehutanan berbasis lanskap di hutan produksi, terutama di Kalimantan Timur melalui inisiatif Bentala Kalimantan. Inisiatif ini mencakup pengembangan skema penguatan tata kelola hutan produksi yang berkelanjutan dan rendah emisi serta skema insentif yang kompetitif atas jasa lingkungan yang dihasilkan.
Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan berbasis risiko, termasuk pemetaan kawasan rawan, penguatan sistem pendukung, serta peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat tapak.
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menegaskan komitmen YKAN untuk terus mendukung pemerintah dalam mendorong pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa tantangan pengelolaan hutan yang makin besar hanya dapat diatasi melalui kolaborasi multipihak yang berbasis sains dan data. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci untuk memastikan hutan tetap lestari, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan adat, dan mendukung pencapaian sasaran strategis Kementerian Kehutanan dan target iklim Indonesia,” ucapnya.
Lihat video: Kemenhut Ungkap Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Capai 4 Juta Hektar
Kerja sama ini juga mencakup uji coba optimalisasi skema Multi-Usaha Kehutanan berbasis lanskap di hutan produksi, terutama di Kalimantan Timur melalui inisiatif Bentala Kalimantan. Inisiatif ini mencakup pengembangan skema penguatan tata kelola hutan produksi yang berkelanjutan dan rendah emisi serta skema insentif yang kompetitif atas jasa lingkungan yang dihasilkan.
Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan berbasis risiko, termasuk pemetaan kawasan rawan, penguatan sistem pendukung, serta peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat tapak.
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menegaskan komitmen YKAN untuk terus mendukung pemerintah dalam mendorong pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa tantangan pengelolaan hutan yang makin besar hanya dapat diatasi melalui kolaborasi multipihak yang berbasis sains dan data. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci untuk memastikan hutan tetap lestari, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan adat, dan mendukung pencapaian sasaran strategis Kementerian Kehutanan dan target iklim Indonesia,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :