Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?

Sabtu, 06 Juni 2026 - 14:17 WIB
loading...
A A A
Lon L. Fuller dalam The Morality of Law (1969) menekankan bahwa hukum yang baik harus memenuhi prinsip keterbukaan, kejelasan, konsistensi, serta kesesuaian antara apa yang diumumkan dan apa yang dilakukan. Ketika informasi yang disampaikan tidak cukup jelas, masyarakat akan kesulitan menilai apakah suatu tindakan benar-benar dijalankan berdasarkan hukum.

Kasus ini menunjukkan bahwa komunikasi publik telah menjadi bagian penting dari penegakan hukum modern. Ketika penjelasan resmi dianggap kurang memadai, ruang kosong tersebut segera diisi oleh berbagai asumsi, tafsir, dan spekulasi yang menyebar jauh lebih cepat daripada fakta hukum.

Kepercayaan terhadap lembaga peradilan semakin terkait dengan kualitas komunikasi yang menyertai proses hukum. Dalam lingkungan informasi yang sangat kompetitif, pengadilan dan media menjadi arena tempat berbagai narasi berebut legitimasi. Karena itu, keterbukaan informasi bukan lagi sekadar pelengkap proses hukum, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Yang dipertaruhkan pada akhirnya bukan hanya nasib satu perkara, melainkan juga persepsi masyarakat terhadap kemampuan negara menegakkan hukum secara adil dan transparan.

Ujian Negara Hukum di Era Post-Truth


Pada akhirnya, perkara dr Tifa dan Roy Suryo telah berkembang melampaui status para pihak yang sedang berhadapan dengan hukum. Kasus ini menjadi cermin bagaimana negara hukum bekerja di tengah masyarakat yang semakin dipengaruhi arus informasi digital dan persaingan narasi di ruang publik.

Fenomena tersebut sejalan dengan temuan Lee, Tóth, dan Carter (2025) yang menunjukkan bahwa dalam situasi post-truth, fakta hukum tidak selalu menjadi faktor utama dalam pembentukan opini publik. Persepsi masyarakat sering kali terbentuk oleh narasi yang beredar lebih dahulu sebelum proses pembuktian berlangsung.

Jika proses hukum berjalan transparan, perkara ini dapat menjadi contoh bahwa sengketa yang sarat muatan politik tetap dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang sah. Sebaliknya, apabila proses tersebut justru memunculkan keraguan baru, yang tergerus bukan hanya kewibawaan putusan, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.

Karena itu, perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada akhirnya lebih besar daripada para pihak yang sedang berperkara. Ia menjadi ukuran sejauh mana negara hukum Indonesia mampu bertahan di tengah derasnya arus informasi, polarisasi opini, dan kecenderungan publik untuk lebih dahulu mempercayai narasi daripada proses pembuktian.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Roy Suryo Buka Wacana...
Roy Suryo Buka Wacana Praperadilan Keempat: Tunggu Saja Tanggal Mainnya
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak, Refly Harun Nilai Substansi Alat Bukti Tak Dijawab Hakim
Praperadilannya Ditolak,...
Praperadilannya Ditolak, Roy Suryo: Semoga Hakim Diberi Pencerahan di Sidang Berikutnya
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Status Tersangka Roy...
Status Tersangka Roy Suryo Tetap Sah, Polda Metro Jaya: Putusan Hakim Harus Dihormati
Sidang Gugatan Praperadilan...
Sidang Gugatan Praperadilan Roy Suryo Jilid III di PN Jaksel Digelar Rabu 22 Juli
Roy Suryo Ajukan Gugatan...
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan ke 3 Terkait Ganti Kerugian ke PN Jaksel
Roy Suryo Ajukan Gugatan...
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan Ketiga terkait Penerapan UU ITE
Rekomendasi
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Berita Terkini
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved