Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan

Rabu, 03 Juni 2026 - 22:07 WIB
loading...
Sepak Bola dan Organisme...
Adhie M Massardi. Foto/Dok SindoNews
A A A
Adhie M Massardi
Tenaga Ahli Bidang Kebudayaan dan Demokrasi Kementerian HAM RI

Pekan depan miliaran pasang mata akan tertuju ke 3 negara di Amerika Utara—AS, Meksiko, dan Kanada—tempat digelarnya kompetisi sepak bola Piala Dunia 2026. Apa yang menarik dari bola? Kita mulai dari uang.

Ada sesuatu yang menarik ketika uang masuk ke hampir semua ruang kehidupan manusia.

Ketika uang masuk ke hutan, pohon berubah menjadi angka. Ketika uang masuk ke pengadilan, vonis berubah menjadi bisnis. Ketika uang masuk ke demokrasi, suara berubah menjadi komoditas. Ketika uang masuk ke pendidikan, ilmu perlahan berubah menjadi sertifikat. Dan ketika uang masuk ke seni, makna sering kali berubah menjadi tren.

Namun anehnya, ada satu ruang besar dalam peradaban modern yang tidak sepenuhnya runtuh ketika uang datang ke dalamnya: sepak bola. Mengapa uang tidak pernah benar-benar menang melawan bola?

Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan

Padahal tidak ada ruang yang lebih terbuka terhadap uang dibandingkan sepak bola modern. Di sana ada hak siar bernilai miliaran dolar, sponsor global, industri taruhan, bursa transfer pemain, hingga ekonomi digital yang bergerak dalam hitungan detik. Stadion berubah menjadi pusat konsumsi raksasa. Klub menjadi korporasi. Pemain menjadi aset. Penonton menjadi data.

Tetapi sesuatu tetap bertahan.

Orang masih marah ketika wasit dianggap tidak adil. Orang masih kecewa ketika pertandingan dianggap diatur. Dan jutaan penonton tetap menuntut agar permainan berlangsung jujur.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 dalam Bayang-Bayang Perang Amerika

Di sinilah sepak bola menghadirkan paradoks yang jarang dibahas. Uang memang masuk ke dalam permainan. Namun tidak seperti di banyak tempat lain, uang tidak sepenuhnya berhasil menjadi penguasa. Ia justru dipaksa menjaga permainan tetap dipercaya.

Selama ini kita sering memahami sepak bola hanya sebagai olahraga, hiburan, atau industri. Padahal di dalamnya terdapat satu laboratorium sosial yang sangat besar: bagaimana kepercayaan bekerja di dalam sistem yang penuh persaingan.

Sebuah pertandingan sepak bola hanya berlangsung sembilan puluh menit. Tetapi agar sembilan puluh menit itu dipercaya oleh jutaan manusia, dibutuhkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar aturan.

Harus ada keyakinan bahwa pertandingan tidak sepenuhnya dimanipulasi. Harus ada keyakinan bahwa aturan berlaku bagi semua. Harus ada keyakinan bahwa hasil pertandingan lahir dari permainan, bukan semata-mata dari transaksi.

Tanpa itu semua, sepak bola kehilangan alasan untuk ditonton. Di titik inilah ekonomi menemukan batasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
FIFA Setujui Permintaan...
FIFA Setujui Permintaan Khusus Argentina Pakai Jersey Biru Tua Saat Lawan Inggris
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Kilas Balik Piala Dunia:...
Kilas Balik Piala Dunia: Prancis Permalukan Spanyol 3-1
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 23 Selasa: Erika Sengaja Datang ke Klinik Bukan untuk Berobat
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Berita Terkini
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved