Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Selasa, 02 Juni 2026 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, gerakan seperti Gerakan Indonesia Gelap yang dibangun oleh oposisi jalanan secara konsisten berupaya mempersempit ruang kepercayaan publik terhadap pemerintah, dengan memanfaatkan kekecewaan sosial sebagai bahan bakar mobilisasi politik yang terus membara.
Model kepemimpinan yang ideal sejatinya menawarkan jawaban structural bahwa kepercayaan publik tidak direbut melalui kekuatan represi, melainkan dibangun melalui konsistensi transparansi, keterbukaan, dan dialog yang tulus dengan seluruh komponen masyarakat.
“Saya yakin, apa yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit selaras dengan apa yang diperjuangkan pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu suatu pemerintahan demokratis yang harmanis dengan rakyatnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebuah kebenaran fundamental dalam teori demokrasi, yaitu public trust, merupakan fondasi legitimasi negara yang paling autentik. Dikatakannya, tanpa kepercayaan publik, institusi negara, sekuat apa pun secara formal, akan kehilangan efektivitas dan resonansinya di benak warga.
“Sebaliknya, ketika kepercayaan publik terpelihara dengan baik, institusi seperti Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai jangkar stabilitas sosial dalam demokrasi yang senantiasa dinamis,” pungkasnya.
Model kepemimpinan yang ideal sejatinya menawarkan jawaban structural bahwa kepercayaan publik tidak direbut melalui kekuatan represi, melainkan dibangun melalui konsistensi transparansi, keterbukaan, dan dialog yang tulus dengan seluruh komponen masyarakat.
“Saya yakin, apa yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit selaras dengan apa yang diperjuangkan pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu suatu pemerintahan demokratis yang harmanis dengan rakyatnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebuah kebenaran fundamental dalam teori demokrasi, yaitu public trust, merupakan fondasi legitimasi negara yang paling autentik. Dikatakannya, tanpa kepercayaan publik, institusi negara, sekuat apa pun secara formal, akan kehilangan efektivitas dan resonansinya di benak warga.
“Sebaliknya, ketika kepercayaan publik terpelihara dengan baik, institusi seperti Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai jangkar stabilitas sosial dalam demokrasi yang senantiasa dinamis,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :