Percepat Serapan Anggaran Covid-19

Senin, 21 September 2020 - 07:17 WIB
loading...
A A A
Seiring dengan itu, Tim Pelaksana dan Satgas PEN juga diminta mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi yang hingga pekan lalu dinilai masih realtif rendah. Airlangga secara khusus menyoroti realisasi bantuan pembiyaan untuk korporasi yang masih 0% dari total pagu anggaran Rp53,57 triliun. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan mengingat di sektor ini banyak individu yang menggantungkan nasibnya. Perlu koordinasi lebih baik antara pelaku usaha dengan tim pemulihan ekonomi, agar bisa menyerap aspirasi dari bawah.

Secara rinci realisasi anggaran PEN per 17 September lalu mencapai Rp254,4 triliun atau 36,6% dari total pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun. Realisasi sektor kesehatan mencapai Rp18,45 triliun dari pagu Rp87,55 triliun. Kemudian program perlindungan sosial mencapai Rp134,4 triliun atau 57,49% dari pagui anggaran Rp203,9 triliun, sektor Kementerian/Lembaga dan Pemda terealsiasi Rp20,53 triliun atau 49,26% dari pagu sebesar Rp106,11 triliun. Lalu insentif usaha realisasinya baru Rp22,23 triliun atau 18,43% dari pagu anggaran 120,6 triliun, dan dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM sebesar Rp58,74 triliun atau 41,34%, dari pagu angaran Rp123,46 triliun.

Melihat presentase penyaluaran anggaran yang belum rata-rata belum setengahnya dari pagu anggaran, mestinya ada upaya khusus untuk meningkatkannya. Sektor yang seharusnya bisa menyerap anggaran lebih cepat harus segera dioptimalkan. Misalnya saja penyaluran subsidi gaji bagi pekerja yang memiliki upah Rp5 juta, bantuan presiden dan program Kartu Prakerja yang seharusnya datanya tidak sulit diverifikasi karena semua sudah terdaftar di instansi terkait.

Airlangga memperkirakan realisasi dana pemuihan Covid-19 bisa mencapai 100% kendati kemungkinan ada beberapa perubahan alokasi anggaran. Beberapa sektor yang diusulkan untuk mendapat insentif tambahan antara lain Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang akan ditanggung pemerintah pusat. Usulan lain adalah pembebasan PPh BPHTB untuk Rumah Sederhana dan Rumah Sederhana Sehat dari 5% menjadi 1%. Beberapa usulan ini tentu cukup menggembirakan bagi mereka yang ingin segera memiliki rumah tinggal.

Di samping usulan-usulan tersebut, akan lebih baik lagi apabila tim pemulihan ekonomi juga turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui lebih jauh sektor apa saja yang belum tersentuh bantuan. Ini penting untuk memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat yang kini tengah berjuang melawan virus dan mempertahankan kelanjutan ekonomi keluarganya masing-masing.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved