Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Jum'at, 15 Mei 2026 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC.
Baca juga: Suasana Salat Iduladha 2025 di Masjid Agung Al Azhar dan Balai Kota Jakarta
Selain itu, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
"Karena dua parameter di atas tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026," lanjutnya.
Berdasarkan penetapan tersebut kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Iduladha jatuh pada Rabu 27 Mei 2026. "Kepastian ini menjadi penting karena memberikan ruang persiapan yang lebih baik bagi umat Islam, baik dalam pelaksanaan ibadah kurban, penjadwalan kegiatan keagamaan, maupun penyelenggaraan aktivitas sosial keumatan," tegas PP Muhammadiyah.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menggelar Sidang Isbat pada Minggu 17 Mei 2026. Sidang Isbat ini menentukan awal Zulhijah 1447 H dan Iduladha 1447 H.
Rencananya, Sidang Isbat yang menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta.
“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan Sidang Isbat di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Suasana Salat Iduladha 2025 di Masjid Agung Al Azhar dan Balai Kota Jakarta
Selain itu, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
"Karena dua parameter di atas tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026," lanjutnya.
Berdasarkan penetapan tersebut kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Iduladha jatuh pada Rabu 27 Mei 2026. "Kepastian ini menjadi penting karena memberikan ruang persiapan yang lebih baik bagi umat Islam, baik dalam pelaksanaan ibadah kurban, penjadwalan kegiatan keagamaan, maupun penyelenggaraan aktivitas sosial keumatan," tegas PP Muhammadiyah.
Sidang Isbat
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menggelar Sidang Isbat pada Minggu 17 Mei 2026. Sidang Isbat ini menentukan awal Zulhijah 1447 H dan Iduladha 1447 H.
Rencananya, Sidang Isbat yang menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta.
“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan Sidang Isbat di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Lihat Juga :