Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
Rabu, 13 Mei 2026 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Kurikulum bukanlah patung yang dicetak sekali lalu dibiarkan. Ia adalah pohon yang harus terus disiram, dipangkas, dan dipupuk. Organisme yang sehat adalah organisme yang belajar dari lingkungannya.
Saya jadi ingat falsafah pohon pisang milik KH Mahrus Amin. Sebuah organisme tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia berbuah, lalu mati, tetapi meninggalkan tunas. Demikian pula seorang doktor. Ia tidak hanya mengejar gelar untuk kebanggaan pribadi. Ia harus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat. Ia harus mencetak generasi penerus. Ia harus menjadi bagian dari mata rantai peradaban.
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah, setidaknya di atas kertas, sudah menuju ke arah itu. Ia tidak hanya mengajarkan teori manajemen, tetapi juga membentuk karakter, membangun jaringan, dan mempersiapkan lulusan untuk terjun ke dunia nyata. Dengan catatan: ia harus diimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Karena secantik apa pun DNA, tanpa lingkungan yang mendukung, ia tidak akan berekspresi optimal.
Kita tunggu buahnya.
Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, konsultan pendidikan. Penulis buku Organisme Pesantren, Dakwah Model Canvas, The Essence of Islamic Leadership, Menjejaki Alam Filsafat, dan Menalar Manajemen Pendidikan Islam: Dari Worldview Islam ke Integrasi Ilmu.
S3 Bukan Sekadar Gelar, Tapi Amanah
Saya jadi ingat falsafah pohon pisang milik KH Mahrus Amin. Sebuah organisme tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia berbuah, lalu mati, tetapi meninggalkan tunas. Demikian pula seorang doktor. Ia tidak hanya mengejar gelar untuk kebanggaan pribadi. Ia harus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat. Ia harus mencetak generasi penerus. Ia harus menjadi bagian dari mata rantai peradaban.
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah, setidaknya di atas kertas, sudah menuju ke arah itu. Ia tidak hanya mengajarkan teori manajemen, tetapi juga membentuk karakter, membangun jaringan, dan mempersiapkan lulusan untuk terjun ke dunia nyata. Dengan catatan: ia harus diimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Karena secantik apa pun DNA, tanpa lingkungan yang mendukung, ia tidak akan berekspresi optimal.
Kita tunggu buahnya.
Muhammad Irfanudin Kurniawan, dosen Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, konsultan pendidikan. Penulis buku Organisme Pesantren, Dakwah Model Canvas, The Essence of Islamic Leadership, Menjejaki Alam Filsafat, dan Menalar Manajemen Pendidikan Islam: Dari Worldview Islam ke Integrasi Ilmu.
(nnz)
Lihat Juga :