Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel

Jum'at, 08 Mei 2026 - 16:59 WIB
loading...
A A A
Lima Pertanyaan Sebelum Mengklik Tautan

Agar gagasan falsifikasi Popper tidak berhenti sebagai teori, kita bisa menerjemahkannya menjadi kebiasaan sederhana. Sebelum mengklik link, mengunduh aplikasi, atau memasukkan data pribadi, coba lima pertanyaan berikut.

Pertama, siapa pengirim pesan ini? Apakah pengirimnya benar-benar lembaga resmi, atau hanya nomor asing, akun baru, alamat email aneh, atau nama yang meniru institusi tertentu?

Kedua, apakah pesan ini membuat saya panik? Phishing sering memakai kalimat seperti “akun Anda akan diblokir”, “segera verifikasi”, “kesempatan terakhir”, atau “klik sekarang”. Semakin mendesak bunyinya, semakin perlu diuji.

Ketiga, apakah tautannya masuk akal? Jangan hanya melihat nama yang tampak resmi. Perhatikan domain, ejaan, dan arah tautan. Bila ragu, jangan klik tautan dari pesan. Buka situs resmi secara manual melalui browser.

Keempat, apakah saya diminta memberikan data sensitif? Password, PIN, OTP, nomor kartu, dan data pribadi tidak seharusnya diminta melalui tautan pesan singkat.

Kelima, apakah ada sumber resmi yang bisa memverifikasi? Cek aplikasi resmi, situs resmi, call center resmi, atau akun terverifikasi. Jangan jadikan pesan yang datang tiba-tiba sebagai satu-satunya sumber kebenaran.

Jika satu saja dari lima pertanyaan itu menimbulkan keraguan, lebih baik berhenti.

Keamanan Siber Dimulai dari Kebiasaan Berpikir

Dalam dunia digital yang makin terhubung, perang, konflik politik, bencana, dan isu publik dapat dengan cepat berubah menjadi bahan manipulasi digital. Informasi yang sedang viral bisa menjadi umpan phishing. Kepanikan publik bisa menjadi celah serangan. Bahkan aplikasi yang tampaknya membantu bisa disusupi niat jahat.

Itulah sebabnya literasi siber tidak cukup hanya berisi petunjuk teknis. Masyarakat juga perlu dilatih untuk berpikir kritis, skeptis secara sehat, dan berani menguji informasi sebelum mempercayainya.

Falsifikasi Popper memberi kita pelajaran sederhana: jangan terlalu cepat membenarkan sesuatu hanya karena ia tampak meyakinkan. Dalam ruang digital, pesan yang terlihat resmi belum tentu aman. Tautan yang terlihat membantu belum tentu benar. Aplikasi yang datang pada saat darurat belum tentu dapat dipercaya.

Maka, sebelum klik, berhentilah sejenak.
Tanyakan: apa yang bisa membuktikan bahwa pesan ini palsu?
Pertanyaan kecil itu bisa menjadi garis pertahanan pertama antara kita dan serangan siber.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Perkuat Keamanan Digital...
Perkuat Keamanan Digital di Era Cloud dan AI, BDO di Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Siber
Rekomendasi
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
Berita Terkini
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved