Ketika Ijazah Tenggelam dalam 'Satelit-Satelit Isu'

Jum'at, 08 Mei 2026 - 06:16 WIB
loading...
A A A

“Satelit-Satelit Isu” dan Hilangnya Fokus Publik


Gejala paling berbahaya dalam ruang publik hari ini ialah munculnya “satelit-satelit isu”. Sebuah perkara publik tidak lagi berhenti pada inti masalahnya, melainkan melahirkan rantai isu baru yang bergerak liar tanpa arah. Polemik dugaan ijazah palsu menjadi contoh nyata bagaimana ruang publik kehilangan fokus ketika kasus hukum bercampur dengan nuansa politik dan sentimen sosial.

Pasca-Lebaran 2026, ruang maya justru dipenuhi rumor personal, tuduhan perselingkuhan, hingga isu mengenai dugaan permintaan “restorative justice palsu” untuk bertemu mantan Presiden Joko Widodo. Semua isu itu bergerak mengelilingi persoalan utama, tetapi tidak pernah benar-benar menyentuh substansi pokoknya. Yang tersisa hanyalah kegaduhan sosial yang diproduksi terus-menerus tanpa penyelesaian.

Deborah Stone dalam Policy Paradox (2002) mengingatkan bahwa politik bukan arena rasional yang steril, melainkan arena perebutan makna. Fakta tidak pernah berdiri sendiri; ia selalu dibingkai melalui bahasa, simbol, dan emosi. Karena itu, isu periferi sering kali lebih mudah menguasai ruang publik dibanding substansi yang memerlukan penjelasan mendalam.

Di titik inilah demokrasi menghadapi ancaman paling serius: publik perlahan kehilangan kemampuan membedakan mana persoalan utama dan mana sekadar distraksi politik.

Menarik Kembali ke Pokok Masalah


Pada akhirnya, polemik ini memperlihatkan satu ironi besar demokrasi modern: yang paling menentukan bukan lagi siapa yang memiliki fakta, melainkan siapa yang mampu menguasai perhatian publik. Politik tidak lagi sekadar perebutan kekuasaan, tetapi juga perebutan definisi atas kenyataan.

Karena itu, publik perlu kembali membedakan secara jernih antara core issue dan peripheral issue. Core issue sekarang terletak pada proses prapenuntutan dan sejauh mana proses hukum mampu memberikan titik terang terhadap perkara dr Tifa dan Roy Suryo yang tengah diperdebatkan di ruang publik.

Pokok persoalannya bukan perang narasi di media sosial dan bukan pula kriminalisasi simbolik yang diproduksi terus-menerus dalam ruang digital. Inti masalahnya adalah bagaimana menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan, verifikasi institusional, dan komunikasi politik yang jujur.

Dalam konteks itulah proses hukum terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam polemik ini seharusnya ditempatkan secara proporsional: bukan sebagai alat memperluas kegaduhan politik, melainkan sebagai mekanisme untuk menghadirkan kepastian informasi yang dapat diuji secara terbuka di depan publik.

Demokrasi hanya dapat bertahan apabila negara mampu menjaga ruang publik tetap rasional dan transparan. Sebab ketika politik lebih sibuk mengelola perhatian dibanding menjawab substansi, demokrasi perlahan berubah bukan menjadi arena pencarian kebenaran, melainkan industri kebisingan yang terus memproduksi distraksi tanpa akhir.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Jelang P21 Kasus Roy...
Jelang P21 Kasus Roy Suryo Cs, Polda Metro Masih Tunggu Penelitian Berkas dari Kejaksaan
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved