Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik

Selasa, 05 Mei 2026 - 15:46 WIB
loading...
A A A
Namun demikian, dorongan menuju kemerdekaan Taiwan juga bukan tanpa masalah. Dalam banyak hal, narasi kemerdekaan cenderung mengabaikan dimensi historis dan kultural yang menghubungkan Taiwan dengan dunia Tionghoa yang lebih luas. Chineseness bukan sekadar identitas politik yang bisa dilepaskan melalui deklarasi formal. Ia adalah hasil dari sejarah panjang bahasa, budaya, dan nilai-nilai yang membentuk kesadaran kolektif. Mengingkari dimensi ini sama saja dengan menyederhanakan identitas menjadi sekadar pilihan politik jangka pendek.

Di sinilah relevansi Konsensus 1992 menjadi sangat penting. Konsensus ini sering dipahami secara sempit sebagai kesepakatan teknis antara dua pihak. Padahal, secara konseptual, ia menawarkan sesuatu yang jauh lebih mendalam: pengakuan bahwa Chineseness dapat memiliki lebih dari satu interpretasi tanpa harus kehilangan esensi dasarnya.

Prinsip “Satu China, interpretasi masing-masing” bukanlah bentuk kompromi yang lemah, melainkan refleksi dari tradisi intelektual Tionghoa yang sejak lama mampu menampung perbedaan dalam kesatuan. Dalam perspektif ini, Konsensus 1992 dapat dilihat sebagai bentuk pluralisasi Chineseness—sebuah pengakuan bahwa identitas Tionghoa tidak monolitik.

Daratan dan Taiwan mungkin berbeda dalam sistem politik, nilai-nilai sosial, dan orientasi internasional, tetapi perbedaan ini tidak harus berujung pada pemisahan total. Sebaliknya, ia dapat menjadi sumber kekayaan peradaban, selama kedua pihak bersedia untuk saling menghormati.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, semangat ini semakin tergerus. Di satu sisi, pendekatan Beijing yang semakin tegas dan terkadang koersif menciptakan jarak psikologis yang lebih besar dengan masyarakat Taiwan.

Di sisi lain, meningkatnya sentimen identitas lokal di Taiwan juga mempersempit ruang bagi narasi Chineseness yang inklusif. Kedua tren ini saling memperkuat, menciptakan spiral ketegangan yang menjauhkan kemungkinan dialog yang konstruktif.
Dalam kerangka hubungan internasional, situasi ini mencerminkan kegagalan untuk mempertahankan apa yang dapat disebut sebagai constructive ambiguity—ketidakjelasan yang disengaja untuk menjaga stabilitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Rekomendasi
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Wuling vs Baojun: Dua...
Wuling vs Baojun: Dua Merek Satu Induk, Apa Bedanya?
Bangkit dari Kebangkrutan,...
Bangkit dari Kebangkrutan, Susanti Wijaya Kini Punya 1,2 Juta Followers dan Agency
Berita Terkini
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved